30 July 2020, 09:15 WIB

Bahlil Imbau Daerah Lain Tiru Kebijakan Banyuwangi untuk UMKM


Usman Afandi | Nusantara

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berkomitmen terus memperbaiki pengurusan izin bagi investor menengah ke bawah hingga investor besar.

Bahlil menyampaikan hal tersebut saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelesaian Isu Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. Sekaligus bersama sejumlah CEO seperti Garuda Indonesia, Perhutani, Traveloka hingga Dana.

"Secara kebetulan, seluruh perizinan usaha itu sudah di BKPM. Izin bisa diselesaiakan dengan cepat, kita simpel urus bisnis ini, jangan bikin ribet diri sendiri," ujar Bahlil, Rabu (29/7).

Bahlil mengatakan kebijakan Bupati Banyuwangi yang tidak memberikan izin baru untuk pembangunan hotel-hotel bintang tiga ke bawah sejalan dengan pemikiran Presiden Jokowi.

Sehingga dengan menerapkan kebijakan seperti itu, perputaran ekonomi akan merata baik ke investor kecil maupun investor besar dapat merasakan.

"Kebijakan pak bupati dengan tidak memberikan ruang perizinan kepada investor seperti hotel-hotel bintang tiga ke bawah sejalan dengan pikiran Pak Jokowi dalam konteks mengolaborasikan investor besar maupun kecil. Artinya jika ini bisa di contoh oleh kepala-kepala daerah lain ini akan lebih baik," tuturnya.

Baca juga: Puji Sektor Pariwisata Banyuwangi, Luhut: Memang Paten

Jawa Timur, imbuh Bahlil, pertumbuhan investasi di bidang pariwisata masuk dalam kategori tiga besar di seluruh Indonesia.

"Dalam konteks investasi saya harus menyampaiakan, Jawa Timur masuk 3 besar investasi bidang pariwisata dan Kabupaten Banyuwangi masuk 10 besar investasi pariwisata di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, hingga Juli 2020 terdapat sekitar 640 homestay di Banyuwangi. Pertumbuhan homestay tersebut dilakukan dengan kebijakan membatasi izin hotel bintang 3 ke bawah.

"Hingga saat ini kami belum izinkan hotel kelas melati di Banyuwangi. Yang kami izinkan hanya hotel bintang tiga ke atas. Hingga muncul homestay-homestay. Total homestay di Banyuwangi yang baru 640, yang review-nya bagus. Kami ingin melakukan agar pariwisata ini juga berdampak pada pelaku usaha mikro," ucap Anas.(OL-5)

BERITA TERKAIT