30 July 2020, 08:45 WIB

Harga Beberapa Komoditas di Kota Pematangsiantar Naik


Apul Iskandar | Nusantara

Terjadinya inflasi di Kota Pematangsiantar selama periode Juni 2020 mengakibatkan beberapa komoditas naik harga. Beberapa komoditas yang harganya naik ialah ayam ras, cabai merah, dan tomat.

Wakil Wali Kota Pemerintah Kota Pematangsiantar Togar Sitorus menyampaikan hal tersebut saat membuka secara langsung acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Pematangsiantar di ruang rapat gedung BI.

"Pada periode Januari 2020 Kota Pematangsiantar mencatat deflasi sebesar 0,37 persen (month to month/mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 0,45 persen (year on year/yoy). Sedangkan realisasi inflasi periode Juni terpantau lebih rendah dibanding historis selama tiga tahun terakhir, yakni 0,59 persen (mtm)," kata Togar, Rabu (29/7).

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 7 Orang

Periode Juni lalu, lanjutnya, beberapa komoditas memberi andil terbesar dalam deflasi Kota Pematangsiantar. "Di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami deflasi -0,33 persen (mtm) dengan andil -0,12 persen," ujar Togar.

Sedangkan kelompok yang memberi andil inflasi tertinggi, imbuhnya, adalah kelompok kesehatan dan kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,61 persen (mtm) dan -0,09 (mtm) dengan andil masing-masing -0,02 persen dan 0,01 persen.

Merespons kondisi inflasi saat ini dan dalam rangka mencapai sasaran inflasi nasional tahun 2020 sebesar 3+ 1persen (yoy), pada periode 2020, TPID Kota Pematangsiantar akan terus berkoordinasi dan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi provinsi se-Sumatera Utara terkait pengendalian inflasi dan mendorong langkah peningkatan kinerja TPID ke depan.

Mencermati perkembangan inflasi terkini dan beberapa indikator harga, lanjutnya, inflasi pada periode Juni 2020 diperkirakan tetap terkendali pada sasaran inflasi nasional, meskipun terdapat tantangan dalam menghadapi wabah covid-19.

Menurut Togar, sinergi antarTPID dan OPD lainnya ditingkatkan di tengah wabah covid-19 yang masih berlanjut, agar laju inflasi dapat terkendali hingga akhir periode 2020. Di antaranya melalui koordinasi antarTPID dan perdagangan antardaerah.

"Saya mengharapkan rapat kita ini menjadi langkah nyata menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan konkret dalam mengatasi permasalahan inflasi di daerah dan mendorong peningkatan kapasitas perekonomian kita," lanjutnya.

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat menyampaikan pihaknya dan TPID terus berkomitmen untuk mendorong capaian inflasi dan mendorong terjaganya pertumbuhan ekonomi. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT