30 July 2020, 05:35 WIB

Pembinaan Napiter Dioptimalkan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pembinaan terhadap para narapidana terorisme (napiter) perlu dilakukan secara optimal dan bersinergi dengan berbagai pihak.

Hal itu bertujuan para napiter yang telah menjadi warga binaan pemasyarakatan di lembaga permasyarakatan (LP) tersebut nantinya dapat kembali ke tengah-tengah masyarakat dan tidak mengulangi perbuatan mereka.

Kepala BNPT sebelumnya mengunjungi tiga LP yang berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, yaitu LP Permisan, LP Pasir Putih, dan LP Besi, pada Selasa (28/7).

Menurut Boy, proses deradikalisasi yang telah dijalankan di LP Nusakambangan telah memiliki hasil nyata. Beberapa warga binaan dalam kasus terorisme itu telah menyatakan diri untuk kembali ke NKRI dan juga telah bisa menghafal Pancasila.

‘’Hal ini adalah hasil nyata yang bagus, yang tentu perlu kami tularkan di LP-LP lainnya, terutama mereka-mereka yang terkait dengan kasus terorisme,’’ kata Boy.

BNPT pun akan memfasilitasi mereka agar di dalam pelaksanaan masa hukuman yang dijalankan sebagai warga binaan, mereka dapat kembali memiliki rasa kecintaan kepada Republik Indonesia.

Alumni Akpol 1988 itu juga menyampaikan kunjungannya ke LP di Nusakambangan ber- tujuan mengevaluasi program deradikalisasi dalam lembaga tersebut yang telah berjalan selama ini.

Sebelum mengunjungi LP di Nusakambangan, pada Senin (27/7) malam Kepala BNPT telah melakukan pertemuan dengan jajaran direktur dari Direktorat Jenderal Pemasytarakatan (Ditjen PAS), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkum dan HAM) Jawa Tengah Priyadi, dan jajaran kepala LP se-Nusakambangan dalam silaturahim Kepala BNPT dan kementerian/lembaga terpadu wilayah Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut hadir pula para akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di antaranya Prof Dr Asep Usman Ismail MAg, yang selama ini telah menjadi mitra BNPT dalam pelaksanaan program deradikalisasi warga binaan pemasyarakatan terorisme.

Gandeng kampus

Di Jawa Timur, melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, BNPT menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mencegah dan memerangi terorisme dan radikalisme di lingkungan kampus.

‘’UMM ialah mitra yang sangat strategis untuk melakukan upaya pencegahan terorisme dan paham radikalisme,’’ kata Ketua FKPT Jawa Timur Hesti Armiwulan.

Hesti mengemukakan Jawa Timur termasuk lima wilayah besar yang berpotensi terpapar oleh radikalisme. Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Hamli mengatakan pelibatan sivitas akademika dalam upaya pencegahan terorisme sangat penting. Terlebih, keseriusan itu juga ditunjukkan BNPT yang meminta kerja sama Muhammadiyah dalam upaya tersebut. (BN/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT