30 July 2020, 04:05 WIB

Menteri Syahrul Semangati Petani Korban Banjir


Lina Herlina | Nusantara

SELAMA tiga hari, stamina Syahrul Yasin Limpo benarbenar diuji. Dia melakukan kunjungan maraton ke sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.

Selain menyemangati petani, Menteri Pertanian itu juga menghibur warga di Kabupaten Luwu Utara dan Wajo yang diuji dengan bencana banjir bandang, sepuluh hari lalu.

Menteri Syahrul membawa bantuan bencana alam yang menimpa sektor pertanian senilai Rp35,7 miliar dan bantuan kemanusiaan sebanyak 5 truk senilai Rp250 juta.

“Sesuai perkiraan dalam 1 bulan ke depan sawah yang tergenang air akan surut. Saat ini, waktunya menyiapkan bibit dan mekanisasi yang memadai untuk menggantikan sekitar 9.000 hektare lahan yang gagal panen,” ujarnya.

Bantuan untuk sektor pertanian, di antaranya alat mesin pertanian, usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian, kredit usaha rakyat, dan program Asuransi Usaha Tani Padi. Adapun 5 truk bantuan berisi bahan pangan, sandang, dan bahan untuk perbaikan rumah.

“Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah lumbung pangan sehingga jika ada gangguan, akan memengaruhi produktivitas pangan,” tandasnya.

Bantuan kembali ditebar ketika Syahrul tiba di Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap. Dia membawa benih padi, benih jagung, alat mesin pertanian, dan program komoditas hortikultura serta pengembangan tanaman porang. Bantuan pertanian itu senilai Rp26 miliar.

“Kementerian Pertanian mencanangkan model pengembangan pertanian yang maju. Salah satunya, dalam setiap 1.000 hektare lahan harus dibangun satu pabrik,” papar mantan Gubernur Sulawesi Selatan 10 tahun itu.

Di Sidrap, Menteri Pertanian juga melakukan penanaman perdana tanaman porang di kebun milik Kodim 1420/Sidrap. Ia juga mengujungi kebun porang Kelompok Tani Semangat Milineal di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidendreng.

Kementerian Pertanian juga fokus mengembangkan tanaman porang karena memiliki pasar ekspor yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar ekspor porang meliputi Jepang, Taiwan, Korea, Tiongkok, serta beberapa negara di Eropa. “Kita coba kembangkan di seluruh Indonesia dan pionirnya di Sidrap.” (LN/Ant/N-3)

BERITA TERKAIT