30 July 2020, 05:26 WIB

Di Tengah Pandemi, Triwulan II 2020 bank bjb Tumbuh Positif


S1-25 | Ekonomi

DI tengah pandemi covid-19 dan perlambatan ekonomi global, bank bjb berhasil menorehkan prestasi dengan mempertahankan pertumbuhan positif sepanjang triwulan II 2020.

Tercatat bank bjb berhasil memperoleh laba bersih mencapai Rp808 miliar. Total nilai aset yang dimiliki bank ini pun tumbuh sebesar 3,8% year on year (yoy) atau menjadi Rp125,3 triliun memasuki setengah jalan perjalanan perusahaan di 2020.

Sektor kredit yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba tumbuh 9,8% yoy, dengan total jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp85,8 triliun. Angka pertumbuhan itu berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional, yang berdasarkan data per April 2020 sebesar 5,82%.

Tingkat risiko dapat terkelola dengan baik yang mencerminkan terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) di angka 1,6% atau turun 14 poin yoy. Catatan NPL ini jauh lebih rendah ketimbang catatan kredit macet rerata bank nasional hingga April 2020, yakni 2,89%. Bahkan, angka itu lebih baik jika dibandingkan dengan NPL triwulan sebelumnya sebesar 1,65%.

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, mengatakan catatan positif yang dibubuhkan perseroan tersebut berhasil diperoleh berkat respons cepat perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan situasi bisnis.

“Keberhasilan mempertahankan tren pertumbuhan di tengah situasi serba menantang seperti saat ini juga ikut didorong solidnya kondisi internal perusahaan. Setiap bagian dalam perusahaan saling berbagi peran dalam mendorong semua lini usaha bank bjb agar tetap dapat menorehkan pertumbuhan berkualitas,” kata Yuddy dalam Analyst Meeting Triwulan II 2020 bank bjb, pada Selasa (28/7).

Pertumbuhan positif tersebut diikuti dengan upaya perseroan untuk mendukung langkah pemerintah dalam agenda percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Seperti diketahui, bank bjb mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu bank penerima simpanan dana pe- merintah. Perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk disalurkan kepada sektor-sektor produktif, baik ke segmen UMKM maupun komersial.

Dukungan bank bjb tersebut diharapkan dapat mendorong menghidupkan ‘urat nadi’ ekonomi masyarakat yang sempat melemah karena pandemi covid-19. Langkah ini melengkapi rentetan dukungan bank bjb lainnya dalam mengatasi dampak ekonomi akibat covid-19.

Bank bjb tercatat sebagai salah satu bank yang paling awal dalam penerapan kebijakan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terdampak kesulitan akibat covid-19. Perseroan juga tetap menyelenggarakan kegiatan pembinaan pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM via Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Pesat) dan program lainnya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. (S1-25)

BERITA TERKAIT