30 July 2020, 05:06 WIB

RS Sumbang Kasus Terbanyak


Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum

KLASTER rumah sakit ternyata menjadi penyumbang kasus virus korona terbanyak di DKI Jakarta dan disusul kluster komunitas.

Hal itu dinyatakan anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, berdasarkan analisis data pada 4 Juni-26 Juli 2020. “(Kasus dari) pasien rumah sakit masih menempati peringkat pertama sebesar 42,95% (dari total kasus). Berikutnya, pasien dari komunitas sebanyak 39,19%. Kemudian klaster anak buah kapal dan anggota Palang Merah Indonesia 5,88% serta pasar 4,35%,” ujar Dewi di Jakarta, kemarin.

Ditambahkannya, klaster perkan toran menyumbang kasus relatif rendah kendati ramai diperbincangkan. “Perkantoran berkontribusi 3,6%. Ada 68 klaster perkantoran yang sedang kami cermati,” tutur Dewi.

Dia menyarankan agar perkantoran mengambil opsi bekerja dari rumah. Lalu jika ada yang terpaksa masuk, pihak kantor wajib menerapkan sistem sif untuk mencegah penumpukan di satu ruangan.

Terkait dengan kenaikan itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad M Ali meminta pemerintah menyiapkan perangkat hukum dengan sanksi lebih tegas. “Disayangkan bahwa masa transisi new normal dianggap oleh masyarakat sebagai kembalinya kebiasaan lama. Akibatnya penularan tidak terbendung,” ujarnya.

Kasus terkonfirmasi positif covid-19 hingga kemarin total mencapai 104.432 setelah bertambah 2.381 orang. Data Kemenkes juga mencatat pasien sembuh menjadi 62.138 setelah ada penambahan 1.599 orang. Selanjutnya kasus meninggal menjadi 4.975 dengan penambahan 74.

Percepat vaksin

Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma Novilia Sjafri Bachtiar menjelaskan uji klinis bertujuan mempercepat akses terhadap vaksin covid-19. “Jadi kita yakin apakah vaksin ini benar-benar aman dan imunogenik jika diberikan kepada orang Indonesia,” ungkap Novilia dalam sebuah seminar virtual, kemarin.

Beberapa perusahaan di bidang kesehatan di Indonesia saat ini bekerja sama dengan negara lain untuk menemukan vaksin, yaitu Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kalbe Farma dengan Genexin dari Korea Selatan, dan BCHT dengan Sinopharm dari Tiongkok. Bio Farma juga tengah menjajaki kerja sama dengan CEPI dari Norwegia untuk pengem bang an vaksin dalam jangka menengah.

Novilia menyebut beberapa alasan yang menyebabkan Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac, antara lain Sinovac telah berpengalaman saat terjadi wabah SARS dan H1N1. Mereka telah menghasilkan produk inactivated dan salah satu produknya sudah WHO prequalification. Sinovac juga bersedia melakukan transfer teknologi dengan Bio Farma. Kedua pihak pun pernah menjalin kerja sama sebelumnya.

“Vaksin Sinovac akan menjadi upaya jangka pendek untuk mengatasi wabah sambil menanti pengembangan vaksin merah putih yang dilakukan oleh LBM Eijkman,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Riset dan Tek nologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro, kemarin, menyatakan pihaknya tengah menjajaki kolaborasi riset dan pengembangan vaksin covid-19 dengan Turki. Saat ini, Turki sudah melakukan riset dan pengembangan terhadap delapan model vaksin dan sepuluh obat. (Ins/Fer/Aiw/X-11)

BERITA TERKAIT