30 July 2020, 01:38 WIB

RS Darurat Covid-19 di RSUD NTB Beroperasi Mulai 17 Agustus


Yusuf Riaman | Nusantara

PROVINSI Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memiliki Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 yang akan mulai difungsikan pada 17 Agustus mendatang. Dengan adanya RS ini, pemerintah setempat berharap mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan tentunya kesembuhan bagi pasien penderita Covid-19.

Hal itu diungkap Wakil Gubernur NYB Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat melakukan inspeksi pembangunan RS Darurat Covid-19 di RSUD NTB, Rabu (29/7). Pembangunan RS Darurat Covid-19 ini telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Menurutnya, progres pembangunan RS Darurat Covid-19 tersebut berjalan sangat baik. Ia berharap gedung tersebut segera rampung sehingga dapat diresmikan sesuai rencana pada 17 Agustus mendatang.

Dijelaskan Wagub, saat ini sejumlah rumah sakit di NTB yang menangani pasien Covid-19 sudah mulai penuh dan sejumlah alat kesehatan seperti ventilator dan lainnya juga menjadi sangat terbatas. Wagub berharap dengan adanya penambahan Rumah Sakit Darurat Covid-19 ini dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi pasien yang terinfeksi Covid-19.

"Ke depan, pasien Covid-19 yang dirujuk di RSUD NTB ini tidak lagi dirawat di gedung yang sama bersama dengan pasien umum. Tapi gedungnya terpisah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUD Provinsi NTB Hamzi Fikri menjelaskan, RS Darurat Covid-19 ini awalnya direncanakan untuk membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma Center khusus MotorGP 2021. "Namun karena adanya wabah pandemi Covid-19 melanda kita, pembangunan gedung ini dipercepat untuk menampung pasien yang terus bertambah," jelasnya.

Dikatakan Hamzi, dari perencanaannya gedung ini akan memiliki lantai enam. Namun untuk sementara dibangun lantai dua. Meski demikian kontruksi tetap dipersiapkan untuk enam lantai sebagai pengembangan ke depan.

Dengan adanr RS Darurat Covid-19 ini, ruang isolasi RSUD NTB yang selama ini sebgaian besar dialihfungsikan sebagai ruang isolasi Covid, dapat kembali dipergunakan untuk menangani pasien reguler. Untuk tenaga kesehatan, sudah dipersiapkan khusus untuk pelayanan di RS Darurat Covid.

"Sekitar 125 yang kita rekrut. Mereka dilatih dan diberikan pendidikan khusus," ucapnya (R-1)

BERITA TERKAIT