30 July 2020, 01:14 WIB

Bali Mematangkan Program Pariwisata di Era Kenormalan Baru


Arnoldus Dhae | Nusantara

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meminta program-program pariwisata untuk tatanan kehidupan era baru terus dimatangkan. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Pemulihan Ekonomi Pariwisata Bali akibat dampak Covid-19 di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar (29/7).

Menurutnya, saat ini Bali sudah memasuki fase ketiga. Di Bali, saat ini jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada jumlah kasus positif covid-19.

"Hal tersebut terbukti dari catatan kasus beberapa hari terakhir ini. Karena itu, saya minta program pemuliha ekonomi kita matangkan segera," tegasnya.

Lebih jauh, Tjokorda menyambut gembira geliat ekonomi sejak dibukanya kembali sektor pariwisata untuk pengunjung lokal pada 9 Juli lalu. "Pantai Kuta sudah ada pengunjung, beberapa restoran di Sanur juga sudah diisi pembeli, ini tanda positif untuk ekonomi Bali," bebernya.

Untuk itu, ia meminta untuk segera dibuatkan pedoman yang baku tentang protokol kesehatan covid-19 di industri pariwisata. "Kita perlu intensifkan segera untuk menyambut wisatawan nusantara yang akan dibuka pada 31 Juli mendatang," bebernya.

Ia juga berharap, Bali bisa mendapatkan prioritas penyelenggaraan event-event yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Mengingat, memang semua daerah di Indonesia mengalami penghambatan laju ekonomi karena pandemi ini, namun Bali bisa dikatakan paling terpukul.

"Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, kita paling terdampak. Jadi saya harap kita dapat atensi dari pusat," jelasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT