30 July 2020, 03:10 WIB

Frisian Flag Indonesia Ajak Orangtua Jaga Kesehatan Anak


MI | Humaniora

PT Frisian Flag Indonesia (FFI), perusahaan produk bergizi berbasis susu, menggelar diskusi daring bertajuk Jaga Kesehatan, Gembira Belajar di Rumah, Bebas Stres pada Rabu (29/7), dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2020.

Kali ini, FFI menggandeng para pakar dan influencer, yaitu dokter tumbuh kembang anak, Dr dr Ahmad Suryawan, SpA (K), psikolog keluarga Ajeng Raviando, pengajar Gezta Pattiasina, dan paren ting influencer sekaligus co-founder parentalk.id Nucha Bachri, untuk membahas peran penting orangtua dalam menjaga kesehatan dan menjadikan lingkungan rumah yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi tumbuh kembang anak.

HAN yang diperingati setiap 23 Juli kali ini dirayakan berbeda di masa pandemi covid19. Namun peringatan HAN tetap dimaknai sebagai kepedulian keluarga Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Selaras dengan tema HAN 2020 yang diluncurkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga yaitu Anak terlindungi, Indonesia maju dengan tagar #AnakIndonesiaGembiradiRumah, FFI mengajak serta orangtua untuk mengoptimalkan perannya dalam memastikan terpenuhinya hak anak, yakni mendapatkan pendidikan, kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, terutama di tengah situasi seperti saat ini.

Pada kesempatan itu, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Drs Hendra Jamal’s, MSi menyampaikan keluarga memiliki peran sangat penting dalam menjaga kesehatan anak dan keluarga dengan cara menjaga kualitas air bersih dan sanitasi keluarga, memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya, tetap melakukan kegiatan fisik dari rumah, menerapkan pola hidup sehat, memantau pertumbuhan anak di posyandu dan mematuhi protokol kesehatan.

Corporate Affairs Director FFI Andrew FSaputro menerangkan perayaan HAN dimaknai FFI sebagai salah satu bentuk dukungan bagi anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan bahagia. 

“Penyelenggaraan diskusi ini untuk membantu orangtua memperoleh informasi dari para pakar terutama dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Frisian Flag Indonesia juga selalu berkomitmen mengampanyekan gaya hidup sehat dan aktif bergerak agar sehat jiwa dan raga. Kami terus berupaya memberikan edukasi literasi gizi dan parenting untuk mendukung terbentuknya keluarga-keluarga Indonesia kuat,” ujar dia.

Di tengah masa sulit saat ini, lanjut dia, FFI mengajak orangtua untuk selalu semangat menghadapi berbagai tantangan untuk memenuhi kebutuhan anak terutama kesehatan, pendidikan dan kebahagiaannya.

“Ini dilakukan untuk mewujudkan visi perusahaan yaitu Nourishing by Nature dengan menyediakan produk bergizi yang baik bagi seluruh keluarga Indonesia,” pungkas Andrew.


Imun tubuh kuat

Pada kesempatan diskusi, dokter tumbuh kembang anak, Dr dr Ahmad Suryawan, SpA (K) mengungkapkan orangtua dan anak sedang menghadapi berbagai tantangan zaman, salah satunya masa transisi atas perubahan pola hidup yang besar akibat pandemi.

Karena itu, kondisi kesehatan, psikis dan sosial anak amat rentan di tengah situasi saat ini. “Menjadi sangat penting bagi orangtua untuk menjaga kesehatan semua anggota keluarga dengan menjaga kesehatan dan membangun sistem imun tubuh yang kuat dengan mengonsumsi gizi seimbang termasuk beragam makanan sesuai pedoman Isi Piringku, termasuk susu yang merupakan salah satu sumber
protein hewani terbaik yang mudah diserap tubuh, demi terpenuhinya kebutuhan gizi harian sang buah hati,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyarankan selain mengonsumsi asupan gizi yang baik, sistem imun tubuh juga dibangun dengan banyak beraktivitas. Orangtua harus berperan kreatif dan eksploratif membuat kegiatankegiatan di seputar rumah yang merangsang motorik anak dan aktif di luar ruang serta tidak lupa memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup. “Kehadiran orangtua adalah kunci sukses tumbuh kembang anak.”

Psikolog keluarga Ajeng Raviando menambahkan pentingnya kesehatan jiwa, ketenangan pikiran, dan kekuatan mental orangtua dan anak. Dengan menghadapi besarnya perubahan kehidupan seperti harus selalu menjaga jarak, belajar dan bermain dari rumah, mempengaruhi psikologis orangtua dan anak.

“Untuk menyikapinya, orangtua harus mampu menyesuaikan diri dan menjadikan rumah sebagai lingkungan edukatif yang menyenangkan dan menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak,” imbuhnya.

Ajeng memberikan beberapa tips untuk menciptakan lingkungan rumah edukatif dan menggembirakan. Di antaranya ialah menciptakan komunikasi yang baik dengan anak-anak, menata ruangan yang nyaman untuk anak belajar, membuat jadwal belajar dan bermain yang seimbang, serta menyediakan makanan dan minuman dengan gizi seimbang, seperti makanan pokok, buah dan sayur sebagai sumber vitamin, daging, telur, hingga susu sebagai salah satu sumber protein hewani.

Sementara itu, pengajar Gezta Pattiasina mengatakan, selain dukungan berupa motivasi, pembiasaan, serta penerapan disiplin positif untuk anak, ada banyak metode dasar bagi orangtua untuk mendampingi proses belajar yang menyenangkan di rumah. Salah satunya membuat program belajar yang menarik setiap hari seperti menggunakan mainan atau barang di rumah yang aman untuk anak, belajar dan bermain di halaman belakang dan taman, belajar berhitung dengan engklek, bermain playdough, dan membuat boneka tangan dengan kaus kaki yang sudah tak terpakai.

“Kegiatan ini akan mendorong anak-anak untuk tetap aktif meski di rumah dan tetap mengembangkan kompetensinya menjadi kreatif,” ujarnya. (RO/S3-25)

BERITA TERKAIT