30 July 2020, 00:35 WIB

Jalani Tes PCR Jelang Kompetisi


MI | Olahraga

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga menyatakan keputusan untuk melanjutkan ajang kompetisi olahraga di Indonesia sepenuhnya bergantung pada pengurus cabang olahraga tersebut.

Dalam mengadakan pertandingan mereka diwajibkan memperhatikan protokol pencegahan covid-19. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan salah satu protokol yang harus dijalankan ialah pemeriksaan covid-19 melalui metode polymerase chain reaction (PCR) untuk atlet serta pembatasan penonton di dalam arena pertandingan ataupun di luar pertandingan. 

“Misalnya sepak bola. Sepak bola itu PSSIla  yang menentukan kapan itu akan digulirkan kembali (pertandingannya),” kata Gatot dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

“Sepak bola itu kan potensi body contact tinggi. Karena itu, sehari sebelumnya harus dilakukan (tes) PCR,” tambahnya.

Gatot juga mengingatkan jangan sampai setelah pertandingan, kompetisi justru dihentikan karena ada salah satu pihak yang terjangkit oleh covid-19. Kemenpora juga telah resmi mengeluarkan protokol kesehatan untuk memulai kegiatan olahraga nasional pada era kenormalan baru.

Protokol kesehatan tersebut menjadi acuan bagi setiap cabang olahraga untuk memulai kegiatan pelatnas dan kompetisi pada era kenormalan baru. Terkait dengan kompetisi, PSSI telah menyatakan Liga 1 kembali bergulir mulai awal Oktober mendatang. 

Dua stadion di Yogyakarta, Stadion Sultan Agung, Bantul, dan Stadion Maguwoharjo, sudah dinyatakan layak menggelar pertandingan. Hal itu diungkapkan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru Yarno, kemarin.

Ada enam tim yang bakal bermarkas di dua stadion itu, yakni Persija Jakarta, Bali United, PSM Makassar, PSS Sleman, Borneo FC, dan Persiraja Banda Aceh. (Mal/AT/R-2)
 

BERITA TERKAIT