29 July 2020, 23:21 WIB

TurunTangan dan Kitabisa Galang Gerakan #BayarinKontrakan


Mediaindonesia.com | Humaniora

GERAKAN TurunTangan dan Kitabisa.com berkolaborasi kembali dalam gerakan #BayarinKontrakan. 

Pada Juli 2020, gerakan ini memasuki gelombang ketiga. Gelombang pertama dan kedua dilakukan pada Mei 2020 dan Juli 2020. 

"Alhamdulillah, secara keseluruhan gerakan ini telah membantu pembiayaan kontrakan/kosan sebanyak 500 ribu orang di Jabodetabek,” kata Muhammad Husnil yang memimpin gerakan ini, Rabu (29/7).

Semula, gerakan ini menyasar kepada warga terdampak pandemi covid-19 di Jakarta.

Tetapi, data yang masuk ke Gerakan Turuntangan adalah mereka yang tinggal di wilayah Jabodetabek. 

“Sebenarnya banyak juga yang masuk dari Cirebon, Pemalang, atau luar Jawa. Tapi, karena keterbatasan dana dan keterjangkauan, untuk sementara kami memilih warga yang ada di Jabodetabek," jelasnya.

Data-data yang masuk itu lantas diverifikasi. Hanya data yang akurat yang bisa disalurkan bantuan ini. 

"Kami menargetkan bisa membantu sebanyak mungkin orang. Tetapi, prioritas utama gerakan ini menyasar warga miskin dan rentan miskin,” jelas Husnil.   

Meski kegiatan ekonomi sudah mulai berjalan sejak beberapa minggu belakangan, kondisinya berbeda di lapangan. Pandemi Covid-19 ini menghantam warga yang berkategori miskin dan rentan miskin. Rata-rata mereka ini tak memiliki lagi penghasilan, bahkan tak bisa membayar uang sewa kontrakan/kos. 

“Gerakan ini sederhana saja, ingin membuat warga tenang dalam menghadapi masa-masa krisis seperti ini. Kalau mereka dihantui was-was dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dan mereka tambah rentan terpapar korona ini. Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan,” kata Husnil. 

TurunTangan mendapatkan data warga dengan dua metode. Pertama melalui turun ke lapangan, dengan mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta. 

Kedua, dengan menyebarkan formulir kemudian relawan TurunTangan melakukan verifikasi ulang saat turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran data. 

Azmi Kautsar, relawan TurunTangan yang menyalurkan bantuan mengatakan terharu ketika meliat reaksi masyarakat yang menerima manfaat program ini.


“Jujur, kami terharu ketika melihat kondisinya yang sangat memperihatinkan. Di tengah modernisasi gedung-gedung tinggi di Jakarta masih banyak rumah yang beratap seng, dinding rumah dari triplek yang tipis, dapurnya yang masih menggunakan kayu bakar. Mereka inilah yang menjadi prioritas gerakan kami," imbuhnya.

Hari ini, relawan TurunTangan kembali turun ke lapangan untuk membantu 64 warga membutuhkan yang tersebar di DKI Jakarta seperti Kramat Jati, Jatinegara, Cilincing, Kemayoran, dan Kali Adem.

Satria Ugahari, selaku Kepala Program di Kitabisa.com berharap program #BayarinKontrakan ini bisa membangun solidaritas bersama untuk saling membatu.

Siti Maesaroh, salah satu penerima manfaat, tak mengira bahwa data yang dia kirimkan melalui gerakan ini ternyata benar. 

“Saya kira penipuan. Karena dalam kondisi begini, orang mudah sekali menipu. Mencari kesempatan dalam kesempitan. Setelah bertanya dan membaca berita tentang gerakan TurunTangan dan Kitabisa.com, saya lantas mengirimkan datanya. Alhamdulillah, dana yang turun bisa membantu meringankan bulanan kontrakan kami," ujarnya.

Ibu rumah tangga yang tinggal di bilangan Palmerah, Jakarta Barat ini mengatakan bahwa dia dan suaminya sudah beberapa bulan ini menunggak biaya kontrakan. 

Suaminya sendiri adalah pedagang martabak di pasar. “Tapi, pembeli benar-benar sepi. Setiap hari hanya memutar modal saja. Tidak ada penghasilan,” katanya. 


Suara senada dikeluarkan Kurniasih. Ibu dua anak yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang di pasar pagi di bilangan Mampang Prapatan berterima kasih kepada ribuan orang baik yang mau membantunya melalui Gerakan TurunTangan dan Kitabisa.com. 

“Terima kasih banget. Biar kata sedikit, tapi ini berkah. Beneran deh. Ini bisa buat bayar listrik dan kontrakan. Jadi, keuntungan sedikit dari jualan gorengan setiap hari bisa buat beli kuota internet anak-anak yang sekolah. Sekarang mah, mahalan kuota internet buat mereka sekolah daripada uang bulanan sekolahan anak-anak,” kata Kurniasih.  

Gerakan #BayarinKontrakan ini akan terus berlangsung selama pandemi covid-19 ada. Kerja sama dengan platform Kitabisa.com akan terus berjalan.

“Insyaallah kami akan terus bergerak hingga beberapa waktu ke depan,” kata Husnil. 

TurunTangan terus berharap agar mereka bisa melalui hari-hari ke depan dengan lebih tenang. Agar masyarakat bisa tetap sehat, tidak terkena virus, dan tetap bisa berteduh selama masa pandemi ini. (OL-8).

BERITA TERKAIT