29 July 2020, 21:12 WIB

Polisi Tangkap Penyebar Video Hoaks Seragam Tentara Tiongkok


Tri Subarkah | Megapolitan

POLRES Metro Jakarta Utara tangkap pria berinisial ACE, 35, atas kasus penyebaran berita bohong (hoaks). ACE diduga menyebarkan video yang viral ihwal adanya tempat penatu (laundry) seragam tentara Tiongkok.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan dalam video tersebut, menjelaskan bahwa tempat penatu tersebut berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Di dalam video tersebut digambarkan cukup banyak baju tentara yang di-laundry, bahkan bisa dipakai satu batalyon. Video tersebut sempat viral tanggal 23 Juli 2020," ungkap Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (29/7).

Atas dasar video viral tersebut, Budhi menjelaskan bahwa pihaknya mendatangi 42 tempat penatu di Kelapa Gading. Namun dari hasil penyelidikan tersebut, tidak ditemui satu pun penatu yang memiliki baju sebagaimana yang digambarkan dalam video viral.

Selain menyelidiki 42 penatu, polisi juga berkoordinasi dengan ahli bahasa untuk mengetahui aksara dalam baju tentara dalam video tersebut. Berdasarkan keterangan ahli, aksara dalam baju tentara tersebut merupakan aksara Korea.

Baca juga :Tak Pakai Masker, Ojol Marah Ditegur Satpol PP

"Kami kroscek sebenarnya tulisan ini apakah huruf China ataukah huruf yang lainnya, sehingga pada saat itu kami mencoba bertanya ke beberapa ahli bahasa dan akhirnya pada kesimpulan ahli bahasa yaitu dari bahasa Korea Selatan," papar Budhi.

Polisi menangkap ACE di kediamannya yang berada di Kramat Jati, Jakarta Timur. ACEditangkap atas dugaan menyebarluaskan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian maupun permusuhan individi maupun kelompok masyarakat.

ACE dijerat dengan Pasal 45 Huruf A Ayat (2) juncto Pasal 28 UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

"Perlu kami ingatkan kepada masyarakat bahwa mari kita bijak menggunakan media sosial. Orang yang menyebarkan saja sudah bisa dijerat dengan ancaman hukuman enam tahun, apalagi orang yang dengan sengaja membuat informasi tersebut tidak benar," tandas Budhi. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT