29 July 2020, 19:28 WIB

Sri Mulyani Bacakan Puisi Mengenang Mendiang Sapardi


Usman Kansong | Humaniora

SAPARDI Djoko Damono pergi meninggalkan kenangan manis akan karya sastranya. Untaian kata pada puisi-puisi karya sastrawan besar ini sederhana namun sangat dalam menyentuh sukma pembaca.

Sebagai tanda penghormatan akan kepergian mantan dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), 26 profesor/akademisi/alumni UI yang merupakan penggemar karyanya, sahabat, kolega, serta murid-murid Sapardi mempersembahkan Virtual Poetry Reading yang dihadiri istri almarhum, Sonya Sondakh.

Baca juga: Sapardi Djoko Damono Sempat Dirawat Sejak Pekan Lalu

Ajang ini sebagai bentuk apresiasi bagi Prof. Sapardi yang merupakan seniman intelektual Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani. Rektor UI Prof Ari Kuncoro juga turut membacakan puisi karya SDD yang paling ia sukai, yaitu Puisi Hujan Bulan Juni.

Sapardi Djoko Damono berpulang pada 19 Juli dalam usia 80 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi segenap sivitas akademika dan warga UI.

"Beliau memiliki tempat tersendiri di hati kami, beliau adalah seorang pujangga yang tidak hanya ada di hati generasi seperti kami, melainkan pula turut mengisi para generasi muda saat ini. Semoga persembahan Virtual Poetry Reading ini dapat menyampaikan rasa kasih kami yang sangat mendalam. Teriring doa semoga beliau bahagia dalam perjalanannya menuju surga," ujar Guru Besar FTUI, selaku penggagas kegiatan ini, Prof Riri Fitri Sari,

Baca juga: Sastrawan Sapardi Djoko Damono Tutup Usia

"Seorang pujangga penyair telah meninggalkan kita semua, terasa melengkapi duka dunia yang telah ditatar oleh covid-19. Namun sajak dan puisinya yang indah senantiasa bersama kita dan abadi. Seorang yang mampu melahirkan kata dari rasa, kata-kata dari mata, telinga, suasana, kata-kata dari kala dan waktu yang tiada teraba," kata Sri Mulyani saat pembukaan.

Baca juga: UI Berduka Atas Meninggalnya Sapardi Djoko Damono

Sri Mulyani juga membacakan sebuah puisi karya SDD yang sangat ia sukai, berjudul "Terbangnya Burung".

Sri Mulyani menuturkan, "Puisi ini sangat mengena di hati saya. Seolah-olah Pak Sapardi ingin menyampaikan tentang pengabdian, keikhlasan, dan ketulusan. Di saat situasi covid-19 saat ini, ketiga hal itu terasa sangat penting."

Melalui Virtual Poetry Reading ini, para sivitas akademika UI secara bergantian membaca puisi karya Sapardi via zoom.

Selain pembacaan puisi, acara yang dikemas apik ini diselingi pula dengan pembacaan cerpen karya Sapardi berjudul "Surat" oleh Niniek L Karim, pegiat seni yang juga dosen di Fakultas Psikologi UI. Sesaat adalah abadi, persinggahan di kehidupan yang sesaat, namun meninggalkan nama besar yang akan abadi dari seorang Seniman intelektual Indonesia abad ini, Sapardi Djoko Damono. (X-15)

BERITA TERKAIT