29 July 2020, 17:36 WIB

Kapolda Jatim Mohon Restu Kiai Khos NU


Heri Susetyo | Nusantara

KAPOLDA Jatim Irjen M Fadil Imran bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengadakan audensi dengan sejumlah kiai khos dan ulama Jatim di Gedung Tribrata lantai 2
mapolda, Rabu (29/7).

Hadir pula dalam acara ini Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono dan segenap pejabat utama Polda Jatim. 

Sementara kiai khos yang hadir di antaranya KH Miftachul Akhyar, KH Anwar Manshur, KH Zainuddin Djazuli, KH Agoes Ali Mashuri dan lainnya. Ada sekitar 35 kiai dan ulama hadir di acara ini. 

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran memohon doa serta restu para kiai maupun ulama yang hadir. Sebab TNI/Polri bersama pemerintah daerah saat ini sedang berupaya menangani covid-19. Kapolda memohon doa para kiai dan ulama agar pandemi virus korona bisa segera berlalu. 

Selain itu TNI/Polri juga akan menghadapi pelaksanaan pilkada serentak di Jatim pada 9 Desember 2020 mendatang. Pilkada serentak di Jatim nanti akan digelar di 19 kabupaten dan kota. Kapolda berharap pilkada serentak berjalan lancar dan aman, bahkan bisa menjadi role model atau contoh lainnya. 

"Kami mohon doa restu supaya pilkada serentak bisa berjalan dengan, aman, damai dan sejuk," kata kapolda. 

Pada kesempatan itu Kapolda Jatim juga melakukan video virtual bersama seluruh jajaran kapolresta dan kapolres di Jatim. Kapolda meminta seluruh kapolres dan kapolresta di wilayahnya masing-masing untuk bisa sowan ke para kiai. Silaturahmi dengan para kiai dan ulama sangat penting, apalagi di saat tugas penanganan covid-19 dan menjelang pilkada serentak. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan, peran kiai dan ulama sangat dibutuhkan dalam penanganan covid-19. Apalagi di tengah masyarakat masih banyak yang belum sadar mematuhi protokol kesehatan. Padahal protokol kesehatan harus menjadi kesadaran bersama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. 

"Di sini peran kiai dan ulama sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan," kata Trunoyudo.

Bahkan ironisnya masih ada kejadian pengambilan paksa jenasah pasien covid-19 di rumah sakit. Kejadian tersebut menunjukkan masih ada masyarakat yang memandang enteng bahaya covid-19.

"Ada berbagai persepsi masyarakat sehingga Polda Jatim kolaborasi dengan para kiai dan ulama untuk menyamakan persepsi bagaimana protokol kesehatan merupakan kedisiplinan yang harus dijaga sebagai obat covid-19," kata Trunoyudo. (J-1)

BERITA TERKAIT