29 July 2020, 15:01 WIB

Bansos Covid-19 Bagi Mahasiswa Manggarai Barat belum Disalurkan


John Lewar | Nusantara

BANTUAN sosial (bansos) bagi para Mahasiswa asal Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang terdampak Covid-19, hingga kini masih belum dicairkan oleh Pemkab Manggarai Barat. Para mahasiswa ini sedang berada di luar wilayah, mereka peserta penerima keluarga tak mampu dan memenuhi syarat yang di
tentukan.

Tercatat sebanyak 6.660 orang mahasiswa asal Manggarai Barat yang duduk di bangku kuliah di berbagai perguruan tinggi (PT). Yang terverifikasi hanya sebanyak 2.769 orang yang dipastikan akan menerima bansos sebagai terdampak Covid-19.

Hal itu disoroti Ketua DPRD Editarsius Endi di ruangan sidang utama dengan agenda rencana pembahasan perubahan anggaran bersama pemerintah daerah, Rabu (29/7).

Baca Juga: Covid-19: Gubernur Beri Bantuan Pendidikan Siswa/Mahasiswa Bali

Edi Endi mengkritik lambannya penyaluran bansos itu akibat lemahnya kordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sehingga dana bagi siswa tak mampu belum juga dicairkan.

Edi Endi yang juga kader NasDem ini menilai, Pemerintah Mabar, tidak bekerja secara baik dalam mengatasi Covid-19, tidak terencana baik dari segi pendataan mahasiswa, dan tanpa pertimbangan lain sehingga anak orang kaya bisa mendapatkan bantuan Covid-19.

"Kalau anak orang kaya saja yang bisa mendapatkan bantuan itu artinya ada ketidakadilan yang tengah terjadi. Masak sih begitu banyak hanya dua ribu lebih saja. Jangan ada tebang pilih," tegas Edi.

Baca Juga: Muba Kucurkan Bantuan Sosial Tunai untuk Mahasiswa

Anehnya, menurut Edi Endi, dari sebanyak 6.660 mahasiswa di PT, 2.769 anak itu diduga di antaranya adalah anak pejabat. Hal ini bisa menimbulkan gejolak dan kemungkinan lebih banyak lagi ditemukan saat diaudit nanti.

"Lembaga dewan mendesak agar dana bantuan sosial yang dialokasikan dari APBD Kabupaten segera dicairkan dan mengikuti prosedur," tegas Edi Endi.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Dula mengatakan pihak dinas sosial sudah melakukan verifikasi data faktual dan yang bisa menerima itu bantuan adalah mahasiswa yang orangtuanya menerima dana bantuan tunai langsung (BLT). "Dinas sosial sudah verifikasi data yang berhak terima itu 2.679 mahasiswa. Hal ini telah dikonsultasikan dengan pihak kejaksaan sebagaimana penerima yang layak menerima menurut aturan. Sehingga prosesnya membutuhkan waktu," ungkap Agustinus Dula.

Rencananya, kata Bupati Agustinus, sesuai laporan dinas sosial, mulai Kamis (30/7), sudah bisa dicairkan ke rekening mahasiswa yang menerima dalam dua tahap. (JL/OL-10)

BERITA TERKAIT