29 July 2020, 14:58 WIB

Perkantoran Jadi Klaster, Satgas : Lebih Baik WFH


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MENINGKATNYA jumlah karyawan yang terjangkit covid-19 membuat klaster perkantoran di DKI merebak. Tim Satgas Covid-19 menyarankan agar perkantoran untuk mengambil opsi bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Untuk perusahaan yang masih bisa melakukan kerja, lebih baik wfh. Yang masih bisa WFH, ya WFH," kata Anggota tim Satgas covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam tayangan Youtube BNPB, Jakarta, Rabu (29/7).

Saat ini sebanyak 459 karyawan di Jakarta positif covid-19. Hal itu meningkat drastis sebelum 4 Juni lalu dengan temuan 43 kasus

Dewi mengatakan, jika perusahaan memilih opsi untuk membatasi kapasitas karyawan 50%, harus dipatuhi. Pasalnya, kasus karyawan Okezone yang terjangkit covid-19 karena pihak perusahaan yang lalai tidak mengikuti aturan tersebut.

Baca juga : DPRD DKI Enggan WFH Meski Ada yang Positif Covid-19

"Kalau harus masuk kapasitasnya 50%. Jangan lebih dari 50%. Aupaya jaga jarak bisa diterapkan dengan baik. kepadatan yang ada di perkantorannya juga terbatas akhirnya," jelas Dewi.

Ia menambahkan, jika ada yang terpaksa masuk pihak kantor wajib menerapkan sistem shift masuk kerja. Hal iti juga untuk mencegah penumpukan di satu ruangan kantor.

"Kalau terpaksa sekali ada yang harus masuk, ini dibikin shift. Ada dua jam perbedaan, misal masuk jam 7, ada yang masuk jam 9 agar tidak terjadi penumpukan pada saat kedatangan, saat kepulangan maupun jam makan siang," pungkas Dewi. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT