29 July 2020, 14:38 WIB

Uji Klinis Percepat Akses Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

INDONESIA terus berupaya untuk menemukan vaksin covid-19. Selain mengembangkan vaksin Merah Putih melalui LBM Eijkman, beberapa perusahaan di bidang kesehatan juga diketahui bekerja sama dengan negara lain untuk menemukan vaksin covid-19, yakni Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kalbe Farma dengan Genexin dari Korea, dan BCHT dengan Sinopharm dari Tiongkok.

Kepala Divisi Surveilans Dan Uji Klinis Bio Farma Novilia Sjafri Bachtiar mengungkapkan, banyak pihak yang meragukan dan bertanya-tanya saat Bio Farma memutuskan bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok, Sinovac untuk mengembangkan vaksin covid-19. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian menduga Indonesia hanya dijadikan kelinci percobaan dari produk vaksin tersebut.

“Banyak sekali pertanyaan yang sepertinya penuh dengan kecurigaan, kenapa sih uji klinis di Indonesia? Kenapa kita menjadi kelinci percobaan? Padahal ini mempercepat akses kita terhadap vaksin tersebut. Jadi kita yakin vaksin ini apakah benar-benar aman dan imunogenik jika diberikan kepada orang Indonesia,” ungkap Novilia dalam webinar Inovasi Indonesia dalam Menghadapi Pandemi, Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi Teknologi Sebagai Alternatif Model Solusi, Rabu (29/7).

Baca juga : Peneliti: Covid-19 Berpotensi Merusak Indra Penciuman

Novilia mengaku ada beberapa alasan yang menyebabkan Bio Farma bersedia bekerja sama dengan Sinovac dalam mengembangkan vaksin covid-19, antara lain Sinovac telah memiliki pengalaman saat terjadi wabah SARS dan H1N1, telah menghasilkan produk inactivated, salah satu produknya sudah WHO Prequalification, Sinovac bersedia melakukan transfer teknologi dengan Bio Farma, dan kedua belah pihak sudah pernah menjalin kerja sama sebelumnya.

Dia menjelaskan, vaksin Sinovaca akan menjadi upaya jangka pendek untuk mengatasi wabah covid-19 sembari menanti pengembangan vaksin Merah Putih yang saat ini tengah dilakukan oleh LBM Eijkman.

“Kita tidak bisa menunggu lama, sehingga kita mencoba alternatif lain untuk mengisi kekosongan. Jadi ada dua alternative, pertama yang kerja sama dengan Sinovac ini yang sudah di fase tiga mudah-mudahan lancar dan berhasil dengan baik sehingga rakyat kita punya akses cepat untuk vaksin. Jadi Sinovac short term kemudian Merah Putih yang long term,” ungkapnya.

Selain itu, Bio Farma juga tengah menjajaki kerja sama dengan CEPI dari Norwegia untuk upaya pengembangan vaksin dalam jangka menengah. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT