29 July 2020, 14:17 WIB

DPRD DKI Enggan WFH Meski Ada yang Positif Covid-19


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MESKI ada anggota dewan yang terjangkit Covid-19, DPRD DKI Jakarta bakal beraktivitas kembali di kantor setelah gedung tersebut ditutup selama lima hari.

Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik menuturkan selama penutupan, gedung tersebut disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

Baca juga: 10 Pegawai Sudin LH Jaktim Terpapar Covid-19 

"Enggak (work from home), ke kantor lah. Kan kita bersihin dulu. Makanya lima hari ini kita setop (kerja) kantor. Enggak boleh ada orang masuk. Harus disemprot terus tiap hari," jelas Taufik kepada Media Indonesia, Jakarta, Rabu (29/7).

Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup selama lima hari mulai Rabu (29/7) sampai Minggu (2/8) karena ditemukan kasus positif di tempat legislatif DKI tersebut.

Taufik mengatakan, seluruh anggota dewan yang berjumlah 106 orang akan laksanakan pemeriksaan Covid-19.

"Ya, tanggal 3 Agustus itu (ke kantor) setelah beres ditutup. Nanti kita semua ditest swab," kata Politikus Gerindra itu.

Selain anggota dewan yang terpapar covid-19, staf sekretariat DPRD Provinsi DKI Jakarta sertaPenerimaan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP)  Setwan juga diketahui ikut terjangkit virus menular tersebut.

Taufik pun menganggap hal itu menjadi pembelajaran pihaknya untuk tetap mawas diri dari penularan Covid-19.

"Ya, ada dong pasti (pembelajaran). Kami minta semua karyawan DPRD baik yang PNS maupun non PNS ditest swab termasuk 106 anggota DPRD ditest swab," pungkas Taufik. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT