29 July 2020, 14:10 WIB

Viktor Pastikan Anggaran Refokusing Perkuat Ekonomi Rakyat


Alexander P. Taum | Nusantara

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, memulai lawatannya ke Kabupaten Lembata, Selasa (28/7) hingga Rabu (29/7) serta tiga Kabupaten lain di NTT. Gubernur ingin memastikan para Bupati di wilayah itu menggunakan anggaran refocusing guna memperkuat ekonomi rakyat di tengah ancaman resesi dunia.

Viktor Laiskodat yang memulai lawatannya ke Lembata, Selasa (28/7),pukul 14.00 Wita langsung menuju Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, setelah menyeberang dari pulau Solor, kabupaten Flores Timur. Setelah menggelar rapat Pamong Praja di Desa Pasir Putih, Viktor kemudian melanjutkan lawatannya ke Desa wisata estate Lamalera, Kecamatan Wulandoni.

Laiskodat dan rombongan menyisir jalan sepanjang 18 Km, dari arah Desa Pasir Putih, hingga Desa Lamalera. Ruas jalan lintas Selatan yang dibangun pada jaman penjabat Bupati Lembata Pertama, almahrum Piter Keraf itu, kondisinya sangat memprihatinkan.

"Banyak negara di dunia mengalami kondisi terburuk akibat pandeemi Covid-19. Singapura, hari ini termasuk salah satu negara yang mengalami resesi dunia. Begitu pula Korea. China masih bertahan. Amerika juga menuju pada depresi ekonomi bahkan resesi," ujar Laiskodat.
 
Perasaan yang sama hari ini, ungkap dia, yang sama dirasakan dunia adalah menderita. Kalau dulu NTT menjadi daerah termiskin ketiga di Indonesia. Hari ini tidak bedanya orang yang tinggal di Singapura, apartemen yang begitu
hebat dengan orang yang tinggal di Lembata. Dia sama-sama menderita hari ini, bahkan dia lebih menderita hari ini. Karena Singpura tidak bisa kemana-mana. "Kita bisa ke pantai, bisa lihat laut, menurut saya jiwa orang NTT lebih fresh dibandingkan jiwa orang Singapura," ujar Laiskodat.

Dikatakan, presiden meminta bupati dan gubernur segera mendesain pembangunan dan anggarannya agar mampu refocusing pada hal-hal yang penting untuk masyarakat, untuk bisa bertahan bahkan bisa bertumbuh.

"Karena itu kehadiran saya memastikan apakah anggaran Pemkab Lembata sudah diterapkan sesuai dengan yang dikehendaki. Untuk mendesain agar masyarakat punya kemandirian dalam segala hal," tegas Laikodat.

Sementara itu Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, pihaknya telah menjalankan skema pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

"Kita beri umpan kepada masyarakat, kita pilih tempat ini pasir putih. Uji coba tiga minggu lalu kita buka, ada transaksi Rp30 juta lebih. Saya kira Bank NTT bisa kucurkan CSR untuk sama-sama kita urus rakyat di sini. Setelah covid hampir Rp1 miliar lebih dikucurkan pemerintah kabupaten untuk mengeroyok pengembangan potensi wisata yang ada di sini," ujar Bupati Sunur.

Sunur menjelaskan, Mingar, Desa Pasir Putih, Desa Lolong dan Desa Twaowutung, merupakan desa penyangga ekowisata estate Lamalera. "Saya harap Bapak Gubernur tidak lupakan ini. Masih ada item pekerjaan kabupaten yang memang belum bisa kita kerjakan, diharapkan diambil alih oleh Provinsi yaitu, jalan Kabupaten sepanjang pantai kurang lebih 18 km. Kalau jalan 18 km dengan tipikal Gubernur sepeti Pak Viktror hanya batuk saja sudah jadi," seloroh Bupati Sunur. (OL-13)

BERITA TERKAIT