29 July 2020, 14:10 WIB

KSPI Ancam Gelar Demo Buruh Besar-Besaran Tolak Omnibus Law


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pihaknya meminta DPR RI menghentikan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja. Bila pembahasan terus dilakukan, kalangan buruh akan melakukan demo besar-besaran pada 14 Agustus mendatang.

Said Iqbal mengungkapkan aksi besar-besaran KSPI bersama elemen serikat buruh yang lain secara nasional akan dilakukan pada 14 Agustus 2020 di DPR RI. Tanggal itu dipilih bersamaan dengan pembukaan sidang paripurna.

"Jumlah massa aksi pada 14 Agustus yang akan hadir adalah puluhan ribu orang, dari Jabar, Banten, DKI serta tidak menutup kemungkinan akan diikuti buruh dari daerah Jawa dan Sumatra lainnya," ujar Said, dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Diungkapkan Said Iqbal, aksi 14 Agustus nanti juga akan dilakukan serempak di 20 provinsi dan 200 kabupaten dan kota. Dengan tuntutan tolak omnibus law dan stop pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dampak covid-19.

"Apabila DPR dan pemerintah tetap melanjutkan pembahasan omnibus law yang tidak berpihak pada buruh dan rakyat kecil ini, bisa dipastikan gelombang massa aksi akan semakin membesar dan terus-menerus," ujarnya.

Sebelum tanggal 14 Agustus, Said mengatakan massa KSPI akan secara rutin melakukan aksi di depan gedung DPR dan Kantor Menko Perekonomoian. Aksi akan terus digelar sampai panitia kerja (Panja) di Badan Legislasi (Baleg) menghentikan pembahasan omnibus law.

Di kesempatan terpisah, Wakil Ketua Baleg DPR, Willy Aditya mengingatkan RUU Cipta Kerja dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja dan memulihkan kondisi ekonomi pascapandemi.

"Kita sedang menghadapi resesi global, setelah pandemi ini resesi akan terjadi, pandemi ini menyebabkan resesi global. Maka kita harus punya formula, itulah basis untuk kemudian membahas ini," tutur Willy. (P-2)

BERITA TERKAIT