29 July 2020, 11:29 WIB

Langgar Pemulasaran Jenazah Covid, Pemprov Sumut Beri Peringatan


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mengeluarkan peringatan karena banyak kejadian pengambilan dan penguburan jenazah pasien covid-19 tidak mematuhi protokol kesehatan. 
Melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, pemprov menyatakan kondisi ini sudah menjadi masalah.

"Keselamatan masyarakat luas harus diutamakan," tegas Juru Bicara GTPPCovid-19 Sumut Whiko Irwan, Rabu (29/7).

Dia menjelaskan, sesuai protokol, proses pemulasaraan jenazah untuk pasien yang berstatus konfirmasi (positif) juga diterapkan kepada pasien yang masih dicurigai atau disebut kasus suspek, maupun probable. Dengan kata lain, pemulasaran jenazah pasien berstatus suspek dan probable tetap dilakukan seperti halnya pemulasaran untuk pasien konfirmasi. Whiko menekankan, hal ini yang sering menjadi masalah di tengah masyarakat di provinsinya.

Contohnya, banyak warga tidak menerima keluarganya yang meninggal dilakukan pemulasaran dan penguburan seperti pasien konfirmasi, karena hasil swab belum keluar. Padahal, meskipun hasil swab belum keluar, pemulasaran dan penguburan tetap harus mengikuti protokol jenazah Covid-19.

Untuk menciptakan sistem yang lebih baik dan efisien dalam melaksanakan penanganan jenazah Covid-19 yang masih sering menghadapi persoalan di lapangan. GTPP Sumut akan segera menerbitkan Tata Laksana Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Terpapar Covid-19. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, keluarga pasien tidak perlu merasa khawatir karena pemulasaraan jenazah selalu dilakukan dengan layak. Bahkan tidak lama lagi proses pemulasaran bisa disaksikan pihak keluarga melalui layar monitor.

"Semacam CCTV yang bisa disaksikan perwakilan keluarga untuk memastikan bahwa pemulasaraan jenazah memang dilakukan dengan layak," katanya.

Lebih rinci dia menjelaskan, baik pasien suspek, probable, apalagi berstatus konfirmasi meninggal dunia, maka jenazahnya akan menjalani tahapan pemulasaraan oleh pihak medis dan dimasukkan ke dalam peti mati.

Jenazah dimasukkan ke dalam peti mati setelah sebelumnya dikafani dan dibungkus plastik. 

"Mau dimakamkan di mana saja sebenarnya boleh. Tetapi karena selama ini masyarakat ada yang melakukan penolakan, makanya kita persiapkan pemakaman khusus Covid-19," terang Alwi.

Secara prosedur, jenazah sebenarnya boleh dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan. Namun harus ada yang bisa menjamin bahwa peti mati jenazah tidak boleh dibuka lagi.

baca juga: Kasus Covid-19 di Klaten, 10 Pasien Positif Sembuh

Dari catatan Media Indonesia, hingga kini setidaknya terjadi 45 kali jenazah terkait Covid-19 di Sumut diambil atau dikuburkan pihak keluarganya dengan cara yang tidak sesuai protokol. Peristiwa terkini terjadi di Kota Medan empat hari lalu, peti mati jenazah pasien konfirmasi Covid-19 dibuka oleh pihak keluarga saat akan dikuburkan.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT