29 July 2020, 09:35 WIB

Tak Punya BPJS Kesehatan, Operasi Bayi Utang RS Rp11 Juta


Gabriel Langga | Nusantara

KATARINA Mbe, bayi berusia enam bulan yang sempat menjalani operasi obstruksi usus di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT  masih menyisakan utang kepada rumah sakit sekitar Rp11 juta. Bayi dari keluarga miskin tersebut merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Watuneso, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende. Orangtua Katarina, Yoseph Mberu berasal dari keluarga miskin dan tidak memiliki jaminan sosial BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat. Termasuk surat keterangan tidak mampu.

Yoseph menjelaskan awal mula Katarina harus dibawa ke RSUD dr TC Hillers karena ada gangguan pada usus. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Watuneso, Katarina harus dirujuk ke RSUD dr TC Hillers Maumere. Ia dibawa ke RSUD dr TC Hillers Maumere pada Selasa (2/6) menggunakan ambulans milik Puskesmas Watuneso dan pelaksanaan operasi pada Jumat (5/6).

Pada operasi pertama itu, Yoseph yang sehari-harinya menjadi buruh tani hanya mampu membayar Rp400 ribu dari total tagihan Rp4.460.084. Ia pun menjaminkan KTP nya karena tidak bisa melunasi biaya pengobatan. Saat Katarina dibawa pulang ke rumah pasca operasi, kondisinya tidak membaik karena terjadi perdarahan dan tidak bisa makan. Yoseph kembali ke rumah sakit lagi dan kembali dilakukan pengobatan hingga muncul tagihan baru sekitar Rp8 juta.

"Total biayanya operasi dan selama perawatan berada di rumah sakit sekitar Rp8 juta lebih. Saya hanya mampu bayar Rp1 juta saja dari hasil jual sapi," kata Yoseph kepada mediaindonesia.com, Rabu (28/7).

Untuk melunasi sisa pembayaran, pihak RSUD dr TC Hillers Maumere memberikan surat surat pernyataan penangguhan pembayaran yang intinya Yoseph diberi kesempatan untuk melunasi sisa utang sebesar Rp11 juta selama enam bulan dengan jatuh tempo pada 5 Desember 2020.  

"Saya pergi menghadap pihak RSUD dr. TC. Hillers Maumere untuk meminta kebijakan pembayarannya. Namun pihak rumah sakit tetap meminta pembiayaan 100 persen harus dibayar. Namun dengan catatan, pihak rumah sakit memasukan ke dalam utang dengan batas tempo di atas materai," tandas Yoseph.

Ia pun setelah menandatangani surat tersebut, Katarina bisa dibawa pulang ke Ende,  Ia berharap Pemkab Ende bisa membantu melunasi biaya pengobatan anaknya. 

"Saya saja kerja untuk cari makan saja susah, apalagi harus membayar cicilan tiap bulan ke rumah sakit. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah melunasi utang di rumah sakit," harap Yoseph.

baca juga: Kasus Stunting di Brebes Tertinggi di Jawa Tengah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus membenarkan bahwa ada pasien asal Kabupaten Ende yang berutang di pihak RSUD dr TC Hillers Maumere sebesar Rp11.694.224. Petrus Herlemus menyarankan orang tua dari pasien tersebut agar bertemu dengan Bupati Ende sehingga ada keringanan pembayaran.

"Memang kita ini rumah sakit rujukan. Teman-teman dari kabupaten lain yang datang rujuk ke RSUD dr.TC Hillers Maumere, kita layani seperti biasa. Tetapi soal biaya ditanggung masing-masing pemda. Jadi saya sarankan yang bersangkutan segera diskusi dengan Bupati Ende biar ada kebijakan," saran Petrus Herlemus. (OL-3)

BERITA TERKAIT