29 July 2020, 08:50 WIB

PT Antam Bantah Puluhan Karyawan Positif Covid-19


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DINAS Kesehatan DKI Jakarta mengklaim terbuka soal laporan dari pihak perkantoran mengenai karyawan yang terjangkit covid-19. Apabila ada perkantoran yang tidak setuju dengan data dari DKI bisa memberikan kebenaran tersebut.

"Kami terbuka untuk masukan soal mendapatkan kasus terkait positif covid-19 di klaster perkantoran. Kalau ada klarifikasi atau perlu konfirmasi, kami kroscek soal validitas data," kata perwakilan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam webinar Update Covid-19 di Jakarta, Selasa (28/7).

Diketahui sebanyak 440 karyawan terjangkit covid-19 dari 86 perkantoran di Jakarta. Widyastuti mengatakan data tersebut berasal dari laporan yang diterima dan ada investigasi.

Baca juga: Disnaker DKI Tuding Perkantoran tidak Jalankan Protokol Covid-19

"Kami mendapatkan laporan dari berbagai sumber. Pertama adalah laporan dari laboratorium pemeriksa jejaring kita yang melaporkan kasus-kasus positif. Yang kedua laporan berdasarkan fasilitas kesehatan atau rumah sakit. Dari situlah kami akan melakukan tracing kontak kasus positif covid-19," tutur Widyastuti.

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk membantah laporan Dinkes DKI yang menyebut kantor mereka menjadi penyumbang tertinggi soal karyawan terjangkit covid-19.

"Pemberitaan di masyarakat yang menyebutkan adanya 68 kasus covid-19 di Antam pada 27 Juli 2020 tidak benar dan tidak sesuai dengan data perusahaan," ungkap Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Hendrapawoko, dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).

Kunto mengklaim pihaknya mematuhi protokol kesehatan dan memastikan kegiatan operasional seluruh unit bisnis berjalan.

"Antam menjalankan protokol kesehatan secara ketat di area kerja tambang dan pabrik mulai dari penyediaan wastafel di luar gedung, hand sanitizer, kewajiban penggunaan masker, penerapan physical distancing, hingga melaksanakan rapid test maupun swab test untuk memastikan seluruh pekerja yang melakukan aktivitas pekerjaan bebas covid-19," pungkas Kunto. (OL-1)

BERITA TERKAIT