29 July 2020, 08:19 WIB

RUU Cipta Kerja Lindungi Kesejahteraan dan Persaingan Kerja


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

RUU Cipta Kerja dinilai menjadi terobosan yang dilakukan pemerintah untuk membantu dan melindungi para tenaga kerja hingga calon angkatan kerja baru. Dengan adanya RUU ini, iklim investasi di Tanah Air membaik dan lapangan kerja baru tercipta sebagai dampak dari aktivitas investasi.

“RUU Cipta Kerja dibuat untuk melindungi dan mendukung anak-anak muda milenial untuk mendapat kesejahteraan,” kata Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Tajuddin Noer Effendi dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).

Menurut dia, salah satu isu yang meresahkan kalangan milenial dan angkatan kerja baru adalah terkait pengaturan tenaga kerja asing (TKA) yang hendak masuk ke Indonesia dalam RUU Cipta Kerja.

Baca juga: Pasal Kontroversial tidak Ada di RUU BPIP, Minim Potensi PK

Tajuddin mengatakan, isu yang menyebut pekerja asing akan membanjiri Indonesia adalah tidak benar.

Berdasarkan riset yang dilakukannya, Tajuddin justru menemukan hal sebaliknya. Pemerintah justru melakukan perlindungan bagi pekerja dalam negeri dan memberikan kontrol ketat bagi masuknya TKA ke Indonesia.

Di antara ketentuan, yang menurut Tajuddin, mempersulit masuknya TKA ke Indonesia antara lain, TKA wajib memiliki kompetensi khusus yang dibutuhkan di Indonesia, sementara perusahaan pemberi kerja harus punya perencanaan jelas untuk mempekerjakan TKA.

"Ada juga aturan TKA dilarang menduduki jabatan di bidang personalia dan TKA akan dipulangkan ke negara asal bila kontrak sudah selesai. Sehingga saya punya kesimpulan, perubahan dari UU Ketenagakerjaan ke UU Cipta Kerja keberadaan TKA sebenarnya dikontrol benar oleh pemerintah," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT