29 July 2020, 04:30 WIB

Ikut Lapak Ganjar, Produk UMKM Jateng Dibeli Ari Lasso


Media Indonesia | Ekonomi

PROMOSI media sosial (medsos), LapakGanjar, ala Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ternyata mampu mengungkit penjualan pengusaha UMKM seantero Jateng. Bahkan, ada yang langsung mendapat order dari penyanyi beken Ari Lasso setelah foto produk makanannya di-repost dalam Instagram @ganjar_pranowo.

Hal itu dialami oleh Pipit Samgautama setelah mengikuti #LapakGanjar pertama pada Minggu (12/7). Beberapa hari setelah produk teri bawang goreng (@teriGO Blora) diunggah ulang pada linimasa @ganjar_pranowo, pesanan dari pelanggan baru bermunculan.

“Saya kok setengah tidak percaya wong ikut gitu saja, pesanan kok brudul-brudul banyak. Termasuk setelahnya produk saya dipesan oleh Ari Lasso,” ujar warga Blora itu melalui sambungan telepon, pada Senin (27/7).

Ia mengisahkan beberapa hari setelah produknya muncul di lini masa Instagram Ganjar Pranowo, ada pesan singkat yang masuk ke telepon seluler. Pada pesan tersebut, si pemesan mengatasnamakan nama istri Ari Lasso, Vitta Dessy. Sempat tak percaya, ia akhirnya mengirimkan pesanan berupa dua kardus teri dan bawang goreng.

“Katanya itu namanya Vitta Lasso, antara percaya dan tidak saya kirimkan saja. Eh, tidak tahunya saya dikirimi foto Mas Ari Lasso pegang produk saya. Apa ini berkat diunggah Pak Ganjar, ya? Tapi yang jelas, setelahnya, customer baru saya yang pesan orang-orang terkenal,” urainya.

Pipit mengatakan usahanya sudah berjalan selama dua tahun. Dalam satu hari, rerata bisa menghasilkan 50 kemasan dengan dibantu lima karyawan yang tinggal di sekitar rumahnya.

“Harapan kami, agar pengusaha UMKM dibantu, ya seperti cara ini saya rasa efektif,” sebutnya.

Pengusaha lain Dwi Wahyuni, mengakui hal serupa. Menurutnya, setelah produk kain tenun Troso diunggah oleh Ganjar Pranowo, jumlah pelanggan anyarnya pun bertambah.

“Jumlah orang yang berkunjung ke akun Instagram kami (@jaritenun) bertambah. Yang tanya-tanya juga banyak,” paparnya.

Ia menyebut usaha pakaian tenun miliknya biasa melayani pesanan untuk seragam. Namun, di tengah pandemi covid-19, jumlah pesanan menurun.

Kemudian, ia banting setir membuat masker tenun. “Pesanan paling banyak ke Kupang dan Kalimantan. Paling banyak per bulan bisa mengirim 500 buah,” ujarnya. Dwi berharap inisiatif seperti LapakGanjar lebih banyak diterapkan mengi ngat pola beli masyarakat yang berubah di tengah pandemi covid-19.

Promosi via medsos LapakGanjar, kini sudah tiga kali bergulir. Dalam promosi itu, mengutamakan pelaku UMKM asli Jawa Tengah, dengan kategori-kategori tertentu yang dibuat beda setiap Minggu.

Ganjar Pranowo mengatakan inisiatif ini ditujukan untuk mengangkat UMKM Jateng, terutama mereka yang terdampak covid-19. Dengan pengikut Instagramnya sebanyak 2,9 juta, ia berharap dapat menjaring calon konsumen untuk membeli produk pengusaha kecil. (Sir/S1-25)

 

BERITA TERKAIT