29 July 2020, 06:19 WIB

Lima Wilayah DKI Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyoroti perkembangan dua wilayah administrasi, salah satunya di DKI Jakarta. Lima kota administratif di daerah khusus ini berada pada zona risiko tinggi atau merah sedangkan satu kabupaten pada zona risiko sedang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyampaikan situasi di wilayah DKI Jakarta perlu mendapatkan perhatian masyarakat secara luas. Ia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi wilayah secara serius.

“Terlihat bahwa pada minggu lalu, 19 Juli, ada 33% atau dua wilayah, yaitu Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, dengan risiko tinggi yaitu merah. Dan pada Minggu (26/7), ada lima kota di Jakarta yang risiko tinggi. Ini harus kita cermati bersama. Bahkan, pada Minggu (26/7), ada satu daerah yang zona tidak terdampak yaitu Kepulauan Seribu sekarang sudah menjadi risiko sedang,” kata Wiku di Jakarta, Selasa (28/7).

Baca juga: Pengawasan Kantor Kurang Efektif

Ia mengajak untuk melihat lebih detail kondisi DKI Jakarta. Wiku mengatakan, dalam minggu terakhir, kasus covid-19 meningkat cukup drastis dari seminggu sebelumnya. Seminggu sebelumnya adalah 1.880 kasus menjadi 2.679 kasus.

“Ini adalah peningkatan yang cukup pesat. Kita bisa melihat gambaran distribusi kelompok umur dari covid-19. Terlihat pada usia 18 sampai dengan 59 tahun jumlahnya yang positif adalah 80%,” tambahnya.

Menurutnya, ini adalah kontribusi kasus positif pada kelompok umur dari 18 sampai 59, sedangkan kalau dilihat dari yang meninggal dari sisi usia, ternyata di atas 45 tahun membukukan jumlah cukup besar yaitu 80%.

“Artinya, penularan bisa terjadi di kelompok usia relatif produktif dan korban meninggal justru pada usia lanjut,” ucapnya.

Selanjutnya, dari sisi jenis kelamin, ia menyampaikan, kasus positifnya relatif hampir sama pada kelompok laki-laki 52,3%, sedang kelompok perempuan adalah 47,87%. Namun, kalau dilihat dari jumlah yang meninggal jenis kelaminnya adalah laki-laki 61,26% sedangkan pada perempuan 38,74%.

Ini menunjukkan semua pihak harus menjaga kelompok rentan terutama pada usia lanjut, dan juga pada kelompok jenis kelamin laki-laki.

“DKI Jakarta telah melampaui standar WHO dalam melakukan pengujian sehingga jumlah kasus yang tergambarkan juga cukup besar. Untuk itu, kami berharap daerah-daerah lain di Indonesia harus mengikuti tren dari Jakarta yang melakukan tes yang begitu banyak dan bisa menggambarkan kondisinya lebih baik,” pesannya. (OL-1)

BERITA TERKAIT