29 July 2020, 04:40 WIB

Produksi Migas Pertamina EP Naik


RO/E-3 | Ekonomi

MEMASUKI semester II 2020, PT Pertamina EP berhasil meningkatkan produksi migas melalui program well intervention di sumur SKW-21 Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan pengeboran baru di sumur SBJ-343 Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pertamina EP juga berhasil meningkatkan cadang­an migas dari eksplorasi di area Jawa bagian barat pada sumur Akasia Prima (AKP)-001 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan sumur Wolai (WOL)-002 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Melalui program well intervention di sumur SKW-21 di wilayah kerja PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, produksi minyak berhasil ditambahkan sebesar 2.200 barel per hari (BOPD).

“Sumur SKW-21 per 21 Juli 2020 menambahkan total produksi menjadi 9.821 BOPD melebihi target harian yang dibebankan kepada Sukowati Field,” ujar Direktur Utama PT Pertamina EP Eko Agus Sardjono dalam keterangan resmi, kemarin.

Sebagai salah satu lapang­an backbone di Pertamina EP Asset 4, Sukowati Field menyumbang 60% dari keseluruhan produksi minyak di Pertamina EP Asset 4.

Selain itu, pengeboran baru yang menambahkan produksi sebesar 381 BOPD juga berhasil dilaksanakan di sumur SBJ-343 Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field. Sumur SBJ-343 yang ditajak pada 17 Juni 2020 akan menambahkan produksi minyak Pertamina EP Sangasanga Field yang saat ini mencapai (YTD) 5.672 BOPD dan gas sebesar 2,612 MMSCFD.

Selain kesuksesan pelaksanaan program di Sukowati Field dan Sangasanga Field, Pertamina EP juga berhasil menemukan sumber daya migas baru dari pengeboran eksplorasi sumur Akasia Prima (AKP)-001.

Keberhasilan penemuan cadangan lainnya juga didapatkan dari pengeboran eks­plorasi Wolai (WOL)-002 di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Saat ini, kedua sumur eksplorasi tersebut dalam tahap proses evaluasi cadangan minyak dan gasnya. “Penemuan sumber daya migas ini diharapkan dapat menguatkan optimisme pencarian sumber daya baru dan segera berkontribusi dalam menjaga daya dukung produksi minyak dan gas beberapa tahun ke depan.” kata Eko. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT