29 July 2020, 04:00 WIB

Pariwisata masih Setengah Pintu


AU/AT/OL/N-2 | Nusantara

SEJUMLAH daerah mengandalkan pariwisata guna mendorong perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi. Namun, sikap hati-hati tetap harus dilakukan karena wabah belum berlalu.

Kebijakan itulah yang akan dilakukan dua kepala daerah, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan I Wayan Koster, Gubernur Bali.

“Saya keberatan jika pariwisata dibuka total karena risikonya masih terlalu besar. Kita lakukan pembukaan sektor ini secara bertahap sehingga risikonya bisa diminimalkan,” kata Sri Sultan.

Dia tidak ingin serangan kedua covid-19 terjadi di Yogyakarta akibat kedatang­an orang luar. “Kalau sudah aman, nyaman, dan masyarakat terdidik dengan lebih baik, baru nanti kita perluas lagi,” tandasnya.

Kemarin, Gubernur Bali juga menerbit­kan surat edaran tentang persyaratan wisatawan Nusantara, yang akan diberlakukan mulai 31 Juli. Wisawatan yang hendak masuk Bali diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil uji usap bahwa mereka bebas covid-19 atau tes cepat bahwa mereka nonreaktif. Jika mereka belum mengantongi surat tersebut, pengunjung wajib mengikuti tes usap atau tes cepat di Bali.

“Selama menunggu hasil uji usap, wisatawan menjalani proses karantina di tempat. Selama berkunjung, mereka juga harus menjalankan protokol kesehatan,” tegas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Gede Pramana.

Kebijakan itu, lanjut dia, ialah upaya untuk menjaga masyarakat tetap produktif dan aman dari pandemi. “Ke­pa­ri­wisataan Bali harus mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas untuk mem­beri perlindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan. (AU/AT/OL/N-2)

BERITA TERKAIT