29 July 2020, 02:55 WIB

Najib Razak Dinyatakan Bersalah atas Korupsi 1MDB


Faustinus Nua | Internasional

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan terkait dengan dugaan korupsi jutaan ringgit dana pembangunan negara Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam sidang pertamanya yang berlangsung Selasa (28/7), dia dituduh telah menyalahgunakan kekuasaan, melakukan pencucian uang, dan melanggar kepercayaan. “Saya menemukan bahwa penuntutan telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan. Karena itu, saya menganggap terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa atas ketujuh tuduhan itu,” ucap Hakim Pengadilan Tinggi Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali ketika membaca putusan seperti dilansir CNA.

Nazlan mencatat pihak pembela belum berhasil membantah anggapan tentang keseimbangan probabilitas atau meningkatkan keraguan yang wajar pada penyalahgunaan tuduhan kekuasaan.

Tuduhan terhadap Najib, yang menjabat perdana menteri sejak 2009 hingga 2018, melibatkan transfer RM42 juta, atau US$9,8 juta. Transfer itu berasal dari mantan unit 1MDB SRC International ke rekening bank pribadi Najib pada 2014 dan 2015.

Dia didakwa dengan 3 tuduhan pelanggaran kepercayaan, 3 tuduhan pencucian uang dan, 1 tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.


Minta menunda hukuman

Setelah vonis itu, pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah, meminta hukuman itu ditunda hingga 3 Agustus. Alasannya situasi pandemi dan kebijakan pembatasan tidak memungkinkan Najib untuk meninggalkan negara itu.

“Seperti yang kami ketahui, seluruh negara terkunci, klien saya tidak ke mana-mana,” katanya. Namun, jaksa menolak permintaan itu. Menurut jaksa, tidak ada alasan yang sah untuk menunda hukuman.

Sebelumnya, pengadilan diberi tahu dalam persidangan bahwa Najib terkejut dan kesal ketika mengetahui bahwa jutaan ringgit telah ditransfer ke rekening pribadinya. Tim pembela Najib berpendapat bahwa Najib hanyalah korban dari konspirasi yang direncanakan pemodal sekaligus buron Low Taek Jho yang biasa dikenal sebagai Jho Low.

Selain uji sidang itu, Najib menghadapi tuduhan lain yang juga terkait dengan skandal 1MDB. Kasus korupsi terkait dengan dugaan pencucian uang RM27 juta akan disidang di pengadilan oleh hakim Mohamed Zaini Mazlan mulai 5 Juli tahun depan.

Pada 2018, setelah pemerintahan Barisan Nasional yang dipimpin Najib digulingkan dalam pemilihan umum ke-14, Dr Mahathir Mohamad, perdana menteri berikutnya, menyerukan penyelidikan atas skandal 1MDB dibuka kembali.

Pada bulan-bulan berikutnya, Najib dilarang meninggalkan negara dan polisi telah menyita uang tunai dan barang-barang berharga lainnya dan bangunan yang berkaitan dengannya. (CNA/I-1)

BERITA TERKAIT