28 July 2020, 20:51 WIB

Petani Milenial Sidrap Kembangkan Porang Untung Miliaran


mediaindonesia.com | Ekonomi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan Pertanian itu tidak kenal krisis. “Bertanilah bila ingin tubuh dan jiwa sehat”, ujar Mentan SYL, Selasa (28/7).

Ini dibuktikan oleh petani milenial Sidrap, Sulawesi Selatan, yang dulu hanya menghasilkan 10juta/ha saat ini mampu berhasil mendatangkan keuntungan 100juta/ha dari lahan yang digarapnya.

Syaharuddin Alrif, petani milenial sekaligus salah seorang inisiator penanam porang di Indonesia menuturkan perjuangannya ini berawal sejak bulan November tahun lalu. “Bulan 11 yang lalu saya disuruh pak Mentan SYL urus porang. Tidak pernah bermimpi ini lahan tidur 7 bulan yang lalu sekarang seluruh Indonesia datang ke tempat ini karena ingin belajar menanam Porang,“ paparnya.

Baca Juga: Gairahkan Ekspor, Mentan SYL Tanam dan Panen Porang di Sidrap

Menurutnya, hasil yang didapatnya ini tidak hanya untuk rakyat Sulsel, tapi seluruh Indonesia. “Ini tanaman dollar, ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo. Keuntungan yang diraih petani Milenial Sidrap ini hingga milyaran rupiah dalam sekali panen,” kata Syaharuddin.

Pemberdayaan petani milenial menjadi salah satu prioritas program utama di bidang sumber daya manusia unggul. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyatakan 2,5 juta petani milenial yang akan dicetak jadi entrepreneur menjadi target Kementan dalam 5 tahun ke depan.

Menurut Dedi, selain menyiapkan 2,5 juta petani milenial, Kementan juga menyiapkan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian yang menghubungkan petani milenial di dalam teknologi 4.0 secara langsung di setiap BPP Kecamatan yang terkoneksi dalam internet of things.

Baca Juga: Potensi Ekspor Tinggi, Porang Mulai Berkembang di Sulsel

“Sarana KUR Sudah disiapkan, contoh pengembangan porang dan pasar sudah ada. Petani dan rakyat hanya butuh menyiapkan semangat untuk menggarap lahan dan dapatkan nilai tambah dari hasil off farm-nya.”, tutur Dedi. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT