28 July 2020, 20:31 WIB

Test Covid-19 di Jakarta Lampaui Standar WHO


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

WILAYAH DKI Jakarta kembali cetak rekor tertinggi penambahan kasus covid-19 pada Selasa (28/7). Bahkan jumlah kumulatif kasus konfirmasi covid-19 di Jakarta pada hari ini mencapai 19.886 orang. Kondisi itu tidak terlepas dari upaya testing yang masif dilakukan otoritas setempat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan Provinsi DKI Jakarta telah melampaui standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO dalam melakukan testing Covid-19.

"DKI Jakarta telah melampaui standar WHO dalam melakukan testing sehingga jumlah kasus yang tergambarkan juga cukup besar," kata Prof Wiku dalam keterangan virtual, Selasa (28/7).

Prof Wiku menjelaskan seharusnya upaya testing yang dilakukan DKI Jakarta dapat juga diterapkan oleh provinsi yang kasusnya penyebaran Covid-19 juga tinggi, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Kami harap daerah lain di Indonesia harus mengikuti tren dari Jakarta yang melakukan tes begitu banyak dan bisa menggambarkan kondisinya lebih baik," sebutnya.

Sebelumnya, dilaporkan sekitar 12.373 pasien covid-19 telah dinyatakan sembuh. Namun, korban meninggal akibat covid-19 mencapai 795 orang.

Dinas Kesehatan DKI mencatat 1.847 pasien covid-19 masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kemudian, 4.871 orang melakukan isolasi mandiri.

Sementara 314 pasien berstatus probable. Untuk pelaku perjalanan yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 113 orang. Adapun kontak erat yang saat ini menjalani isolasi mandiri tercatat 9.901 orang.Secara kumulatif, pemeriksaan PCR mencapai 535.764 sampel.

Pada 27 Juli, dilakukan tes PCR pada 7.119 orang, dengan 6.495 orang di antaranya melakukan penegakan diagnosis. Untuk rapid test, totalnya mencapai 300.547 orang. Hasilnya, persentase reaktif covid-19 sebesar 3,5% atau 10.674 orang reaktif, serta 289.873 orang non-reaktif. (OL-4)

BERITA TERKAIT