28 July 2020, 18:55 WIB

Sanksi Ringan, Protokol Kesehatan di Bengkulu Dicuekin


Marliansyah | Nusantara

Tim gabungan TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu, gencar melaksanakan razia dalam rangka menegakkan disiplin protokol kesehatan hanya sebatas sanksi teguran.

Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Provinsi Bengkulu, sanksi yang diberlakukan baru sebatas teguran atau push-up untuk memberikan efek jera.

Baca juga: Kabupaten Malang Pulihkan Ekonomi Pacu Sektor Pertanian

Kepala Satpol PP Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar di Bengkulu, mengatakan, kegiatan razia protokol kesehatan rutin dan  dilakukan setiap hari dari pagi sampai malam hanya sebatas sanksi berupa teguran bagi yang melanggar.

"Razia penertiban dan pendisiplinan protokol kesehatan tidak hanya sebatas penggunaan masker saja juga penerapan pembatasan jarak, dan penyediaan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di warung atau rumah makan jika ada yang melanggar diberi sanksi," katanya.

Sanksinya, lanjut dia, saatv ini baru sebatas memberikan efek jera dan belum ada denda karena masih menunggu payung hukum yaitu Peraturan Gubernur Bengkulu, yang saat masih dibahas.

Selain melakukan razia di jalan raya, tim gabungan juga mendatangi langsung tempat nongkrong, warung-warung makan yang ramai pengunjung.

Upaya saat ini, mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat keluar rumah.

Selain itu, tetap menjaga jarak ketika sedang beraktivitas dan hindari kerumuman untuk mengantisipasi penularan covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Instruksi Gubernur Bengkulu Nomor 556/578/Dispar Tahun 2020 Tentang Standar Operasional  Prosedur (SOP) Untuk Hotel Dan Restoran. Instruksi ini harus dipatuhi oleh pengusaha hotel dan restoran se-Provinsi Bengkulu.

Surat Edaran berupa instruksi gubernur sebagai persiapan menuju new normal pascawabah covid-19 sehingga diminta kepada pengusaha/pengelola hotel dan restoran untuk melakukan hal-hal yang diatur  dengan mempedomani protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat umum dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid-19.(H-3)

 

BERITA TERKAIT