28 July 2020, 18:10 WIB

Kabupaten Malang Pulihkan Ekonomi Pacu Sektor Pertanian


Bagus Suryo | Nusantara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur meningkatkan sektor pertanian untuk menyumbang pertumbuhan perekonomian selama masa pemulihan masa wabah covid-19.

"Selain sektor pertanian, yang dipacu di antaranya perikanan, pasar, perdagangan, industri, dan pariwisata," kata Bupati Malang Muhammad Sanusi, Selasa (28/7).

Sektor pertanian yang digerakkan meliputi produksi, produktivitas, pasar, dan distribusi. Oleh karena itu, Pemkab Malang akan mendorong petani menanam tanaman pangan yang dibutuhkan konsumen dan pasar.

Sesuai perintah Presiden Joko Widodo dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menurutnya, Pemkab Malang menganalisis pertumbuhan di semua sektor.

"Pertumbuhan di semua sektor masih dianalisis oleh Sekda. Untuk selanjutnya mengeluarkan kebijakan ekonomi yang tepat terkait hal itu," lanjutnya.

Sanusi menjelaskan selain menggerakkan perekonomian di semua sektor, prioritas utamanya meningkatkan kesembuhan dan membendung wabah covid-19 agar tidak terus meluas.

Upaya yang dilakukan dengan membentuk kampung tangguh, pencegahan dan meningkatkan kedisiplinan warga.

Adapun anggaran penanganan covid-19 yang disediakan oleh Pemkab Malang sebesar Rp470 miliar. Saat ini suspek covid-19 di Kabupaten Malang sebanyak 676 orang, positif covid-19 ada 472 orang, 248 orang sudah sembuh, dan 43 orang meninggal dunia.

Pemkab Malang juga berupaya meningkatkan penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19. "Penyerapan anggaran baru 60%," tuturnya.

Baca juga: Sultan Minta Pariwisata DIY Bergeliat Bertahap

Sedangkan sektor pariwisata, lanjut Sanusi, belum seluruhnya pulih. Tim masih melakukan survei protokol kesehatan di semua objek wisata dan perhotelan.

Demikian juga dengan wisata di Gunung Bromo dan Gunung Semeru, belum dibuka total. "Agustus nanti wisata Gunung Bromo dibuka dengan pembatasan 20% pengunjung dari total kunjungan sebelum masa pandemi covid-19," pungkasnya.

Sementara itu perdagangan sayur mayur di pasar sayur Karangploso dan Unit Pelaksana Teknis Subterminal Agrobisnis Mantung masih stabil. Staf Informasi Harga Subterminal Mantung Didik Sudiarto menyatakan pasokan sayur ke berbagai daerah di Jatim dan luar Pulau Jawa pun lancar.

Pasokan sayur rata-rata 150 ton sampai 270 ton per hari di Pasar Mantung. Pengiriman sayur ke Kalimantan rata-rata 30 ton dan pengiriman sayur ke Ambon 40 ton sekali kirim. Pedagang mengirim sayur ke luar Pulau Jawa dua kali dalam sepekan. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT