27 July 2020, 13:21 WIB

Pemohon Beasiswa dari Indonesia untuk Kuliah di Belanda Meningkat


Eni Kartinah | Humaniora

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Belanda melalui Orange Knowledge Programme (OKP) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan program peningkatan kapasitas berupa beasiswa, program pelatihan, dan kerja sama institusi. 

Orange Knowledge Programme (OKP) merupakan program lima tahunan (2017-2022) dari Kemenlu Belanda. Program ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di 54 negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada keterangan persnya, Senin (27/7), OKP Country Programme Manager di Indonesia, Wahyu Budhi mengatakan bahwa pemerintah Belanda menawarkan beasiswa OKP diimplementasikan melalui tiga instrumen utama, yaitu beasiswa individu, program pelatihan, dan kerja sama institusi.

"Prioritas tema bagi Indonesia untuk program ini adalah keamanan dan supremasi hukum (security and rule of law), air (water), dan ketahanan pangan (food security). Penentuan tema ini didasarkan pada prioritas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda serta serangkaian kegiatan konsultasi dengan pemangku kepentingan yang ada di Indonesia," papar Wahyu.

Pada awal tahun 2020, menurut Wahyu, OKP membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk melanjutkan program studi master dan juga kursus singkat (short course) bagi para profesional yang bekerja di bidang-bidang prioritas OKP.

Hingga tahap akhir periode pendaftaran beasiswa, Nuffic telah menerima 290 aplikasi beasiswa yang memenuhi pra-syarat kelengkapan dokumen dan kesesuaian tema prioritas dengan program studi tujuan dari pelamar asal Indonesia.

Setelah melalui proses seleksi substansi, sebanyak 22 orang kemudian dinyatakan memenuhi kualifikasi dan berhak mengikuti program studi Master dan kursus singkat di Belanda.

"Dari 22 total penerima beasiswa individu OKP di tahun 2020 ini, enam penerima beasiswa akan melakukan studi program master dan 16 penerima beasiswa lainnya akan mengikuti program short course," jelas Wahyu.

Enam orang penerima beasiswa program master OKP akan melajutkan studi pada bidang HAM, resolusi konflik, reforma agraria, teknik sumber daya air, hukum bisnis internasional, serta hukum perdagangan dan investasi internasional di universitas-universitas seperti ISS Institute of Social Studies, IHE Delft Institute for Water Education, Tilburg University, dan University of Amsterdam.

Sementara bagi para penerima beasiswa short-course, para penerima beasiswa ini akan mengikuti kursus singkat selama 2-6 minggu pada bidang-bidang yang termasuk ke dalam tema prioritas OKP di antaranya adalah tata kelola sumberdaya air, penginderaan jauh pada sektor pengairan, manajemen dan resolusi konflik, ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Mereka bisa berkuliah di institusi-institusi di antaranya The Hague Academy for Local Governance, IHE Delft Institute for Water Education, Van Hall Larenstein University of Applied Sciences, Wageningen University, Radio Nederland Training Centre, serta MDF Training and Consultancy.

Secara spesifik, para penerima beasiswa datang dari berbagai macam latar belakang seperti instansi pemerintah, universitas, lembaga penelitian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), praktisi media hingga sektor swasta.

Menurut Wahyu, antusiasme masyarakat Indonesia untuk mencari beasiswa kuliah di Belanda terbilang masih cukup tinggi hingga tahun ini. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia, terutama para profesional muda yang melamar beasiswa untuk kuliah ke Belanda. (Eni/OL-09)

 

BERITA TERKAIT