26 July 2020, 04:16 WIB

Yodi Diduga Bunuh Diri karena Depresi


Ykb/Tri/J-2 | Megapolitan

KESIMPULAN penyebab kematian news video editor Metro TV, Yodi Prabowo, 25, menyisakan luka mendalam di hati keluarga.

Suwandi tak percaya putranya bunuh diri sebagaimana kesimpulan hasil penyelidikan polisi dalam dua minggu ini. “Saya sebagai orangtua kecewa dengan kesimpulan itu karena enggak mungkin anak saya bunuh diri,” tandas Suwandi, kemarin.

Suwandi tidak melihat ada alasan Yodi untuk bertindak nekat karena sikap Yodi tidak memperlihatkan sedang bersedih. Bahkan, sebelum berangkat kerja pada hari kejadian, Selasa (7/7), ia menyempatkan mengantarkan ibunya ke tukang urut karena sang adik berhalangan. “Belakangan ini Yodi semangat mencari uang tambahan karena berencana menikah,” imbuhnya.

Kematian tidak wajar memang sering mengundang penafsiran macam-macam dengan menghubungkan ke berbagai misteri. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan sejumlah alasan mengapa pihaknya menyimpulkan Yodi bunuh diri.

Polisi telah memeriksa 34 saksi serta memintai pendapat ahli, menyelidiki tempat kejadian peristiwa (TKP), dan adanya cinta segitiga antara Yodi dan S serta L, keduanya perempuan. Yodi disebut Tubagus sempat terlibat pertengkaran dengan salah satu pacarnya.

Tubagus menduga Yodi sedang depresi dan berniat mengakhiri hidupnya. “CCTV Ace Hardware merekam satu-satunya pembeli pisau khas pada hari kejadian adalah korban dengan tempo masuk dan keluar toko selama 8 menit,” tuturnya.

Waktu 8 menit menunjukkan korban sudah fokus hanya membeli pisau tersebut dan membayar ke kasir. Alat itulah yang diduga digunakan menusuk dadanya tiga kali dan menyabet lehernya. Pisau ditemukan di TKP dengan sidik jari tunggal milik Yodi.

Tubagus juga mengungkapkan adanya bukti Yodi memeriksakan diri ke dokter kelamin dengan hasil negatif HIV dan pada rambut terdeteksi menggunakan zat psikotropika (amfetamin).

Menurut Tubagus, efek amfetamin dapat meningkatkan keberanian yang luar biasa bagi Yodi untuk melakukan aksi bunuh diri.

“Jangan bandingkan orang normal dan tidak normal, tidak nyambung, tidak sepadan karena (Yodi) menggunakan amfetamin, jadi tak bisa dibandingkan,” cetusnya.

Meski demikian, Tubagus tetap membuka diri untuk melanjutkan penyelidikan bilamana mendapatkan informasi lain yang berbeda dengan kesimpulan polisi.

Praktisi hukum Ricky Vinando menepis dugaan Yodi bunuh diri. Ia berpandangan Yodi dibunuh di tempat lain lalu dibuang ke pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Jalan Ulujami Raya, Jakarta Selatan. (Ykb/Tri/J-2)

BERITA TERKAIT