25 July 2020, 14:06 WIB

Laga Hidup Mati Si Rubah Vs Setan Merah Raih Tiket Liga Champions


 Rahmatul Fajri | Sepak Bola

PENENTUAN dua jatah sisa tiket Liga Champions yang diperebutkan Manchester United, Chelsea, dan Leicester City ditentukan hingga pekan terakhir. Ketiganya memiliki peluang yang sama untuk lolos ke kompetisi bergengsi di Benua Biru musim depan.

Leicester City yang sempat nyaman di empat besar sejak September harus tergusur oleh Manchester United imbas rekor buruk dua kemenangan dalam 8 laga sejak Liga Primer kembali bergulir pada pertengahan Juni lalu.

Namun, pintu bagi Leicester City lolos ke Liga Champions masih terbuka setelah United dan Chelsea gagal menang pada pekan lalu. Leicester akan menghadapi partai hidup mati kontra Manchester United, Minggu (25/7) malam WIB.

Hanya tiga angka yang akan menjamin pasukan Brendan Rodgers ke Liga Champions demi menyelamatkan performa positif pada awal musim.

Leicester tak akan diperkuat James Maddison, Ben Chilwell, dan Ricardo Pereira yang menderita cedera. Hal positif dari Si Rubah, julukan Leicester adalah jeda satu minggu yang bisa dimanfaatkan Jamie Vardy untuk fit kontrak United. Hal ini terlihat kontras dengan skuad Ole Gunnar Solskjaer yang kelelahan dalam sepekan terakhir.

Kekalahan 3-1 dari Chelsea di semi-final Piala FA dan imbang 1-1 kontra West Ham membuat Bruno Fernandes dan kolega kehabisan bensin. Solskjaer yang tetap mempertahankan winning team-nya di tengah jadwal padat harus merelakan anak asuhnya mengalami kelelahan. Faktor kelelahan itu bisa dimanfaatkan oleh Rodgers.

Selain itu, pelatih asal Irlandia Utara itu mengaku tekanan ada di pihak Manchester United yang telah mati-matian memangkas selisih 8 angka dari klubnya sejak liga kembali bergulir.

"Kami akan senang jika bisa melakukannya, tapi ketika kamu berada di klub seperti Manchester United atau salah satu klub besar itu, ada keinginan untuk lolos ke Liga Champions dengan berbagai alasan," ujar Rodgers yang dlansir dari AFP.

Di lain pihak, Solskjaer mengaku tak ingin mencari hasil imbang saat melawat ke Stadion King Power. United yang berada di peringkat ketiga cukup meraih hasil imbang demi lolos ke Liga Champions. Leicester juga akan lolos asal Chelsea kalah dari Wolverhampton di Stamford Bridge.

Solskjaer mengaku mencari hasil imbang akan membawa malapetaka pada akhirnya. Dengan motivasi yang rendah, Setan Merah, julukan Manchester United bisa berujung kekalahan dan tiket Liga Champions bisa lepas dari genggaman. Leicester akan lolos, begitu juga dengan Chelsea jika menang atas Wolverhampton.

"Kami menunggu laga ini. Kami berpeluang besar lolos ke Liga Champions musim depan. Kami ingin datang menguasai laga dan mengalahkan mereka. Saya tidak akan mengubah tujuan kami. Kami datang ke sana untuk meraih kemenangan," kata Solskjaer, dilansir dari situs resmi klub.

Solskjaer juga mengatakan para pemainnya berada dalam level kepercayaan diri yang tinggi. Selain itu, anak asuhnya masih memiliki energi yang cukup untuk menutup liga musim ini dengan catatan manis.

"Kelelahan, rasa sakit, memar, itu adalah wajar. Meski musim ini berbeda, tapi ini menguras tenaga semua tim. Tapi, kami memiliki energi yang cukup untuk 90 menit. Kami tidak akan menyia-nyiakan perjuangan yang telah dilaui hingga berada di posisi sekarang ini," ungkap Solskjaer.

Meski menelan hasil minor di dua laga terakhir, Setan Merah masih mempertahankan rekor 13 laga tak terkalahkan di liga. Solskjaer mengaku tak ingin catatan impresif itu dinodai oleh Leicester dan berujung pada kandasnya perjuangan mencapai zona Liga Champions selama ini.

"Fokus dan konsenstrasi sangat penting. Ketika melawan tim dan pemain berkualitas, sedikit kehilangan konsenstrasi akan menyakitkan. Kami akan berpikir tugas kami belum selesai. Kami tinggal menyelesaikan satu pertandingan musim ini dan kami harus berjuang ekstra keras," kata Solskjaer. (Faj/AFP/manutd/OL-09)

BERITA TERKAIT