23 July 2020, 14:15 WIB

Hari Anak Nasional, Ini 12 Permintaan Anak Indonesia


Ihfa Firdausya | Humaniora

PUNCAK peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020 tetap meriah meski dilangsungkan di tengah pandemi covid-19. Sebanyak 329 anak dari 34 provinsi di Indonesia bergabung dalam acara puncak HAN secara virtual melalui zoom meeting, Kamis (23/7).

Acara yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) ini juga disiarkan langsung melalui platform YouTube sehingga bisa disaksikan oleh seluruh anak Indonesia.

Pada kesempatan itu, dibacakan deklarasi Suara Anak Indonesia 2020 oleh perwakilan anak-anak. Suara Anak Indonesia 2020 berisi dua belas harapan para anak kepada pemerintah Indonesia. Berikut ini harapan-harapan mereka:

1. Memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pemerataan akta kelahiran di seluruh Indonesia.

2. Memohon kepada pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk memberikan ruang berpendapat kepada anak dalam berbagai aspek, serta direalisasikan seoptimal mungkin.

3. Mengajak pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk mengoptimalkan edukasi, pengawasan, dan penyebaran informasi layak anak.

4. Mengajak pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi, pengawasan, serta implementasi dari revisi UU Perkawinan untuk menekan angka perkawinan usia anak.

5. Mendukung pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengoptimalkan sarana & prasarana penunjang LKSA serta memberikan pengasuhan alternatif kepada anak terdampak covid-19 dengan memperhatikan kesiapan anak dalam menghadapi tatanan normal baru.

6. Mendukung penuh pemerintah untuk meningkatkan penanganan kesehatan mental serta fisik anak melalui penyebaran informasi protokol kesehatan, mempercepat akses air bersih secara menyeluruh, dan menjaga kebersihan lingkungan.

7. Forum Anak bekerja sama dengan pemerintah untuk memonitor dan memperketat peraturan terkait Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok (IPSR) di seluruh wilayah Indonesia.

8. Memohon kepada pemerintah untuk memeratakan akses internet dan menyesuaikan kurikulum untuk pembelajaran jarak jauh dengan mempertimbangkan keadaan daerah masing-masing.

9. Memohon kepada pemerintah untuk melakukan pemerataan dan peningkatan mutu Pendidikan ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta meningkatkan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus.

10. Mengajak pemerintah, masyarakat, dan keluarga di seluruh Indonesia untuk meningkatkan edukasi dan skill parenting terhadap pola asuh anak serta menolak segala bentuk kekerasan anak.

11. Mengajak pemerintah, tenaga kependidikan, dan masyarakat Indonesia untuk mengoptimalkan pemberian edukasi dan menolak segala bentuk perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah, masyarakat, dan media sosial.

12. Mendukung pemerintah untuk meningkatkan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) baik dalam pelayanan kesehatan dan pembuatan konten Pendidikan yang ramah disabilitas.

"Kami berharap suara anak kami dapat direalisasikan," ujar Nebil, perwakilan anak dari Aceh.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Bintang Puspayoga berharap anak-anak Indonesia tetap sehat dan optimis menghadapi pandemi covid-19. Bintang mengingatkan bahwa anak-anak tidak sendiri mengahadapi ini semua.

"Teman-teman, bapak dan ibu guru di sekolah, serta orangtua kalian juga merasakan hal yang sama. Berjuang bersama dengan beradaptasi pada kebiasaan baru, kita dapat menghadapi ini semua," tuturnya.

Dia juga berpesan agar anak-anak manfaatkan waktu di rumah dengan hal-hal yang positif, kreatif, dan inovatif.

"Jadikan waktu luang untuk terus belajar dan mengembangkan diri dengan hati yang gembira. Bunda yakin kondisi sulit ini tidak akan menjadi hambatan bagi kalian untuk meraih cita-cita, melainkan justru menjadi tantangan untuk berpikir kreatif dan pantang menyerah," pesan Bintang. (H-2)

BERITA TERKAIT