22 July 2020, 17:46 WIB

Indi Gelar Seminar Berkendara Aman di Masa Pandemi


RO | Otomotif

Untuk berpartisipasi mereduksi tingkat kecelakaan dan korban di jalan raya, Indonesia Driving Institute (Indi) bersama zoom!nar menggagas seminar daring bertajuk “Berkendara Aman di Masa Pandemi",  Senin (20/7).

Seminar 'online' ini menghadirkan nara sumber Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Dirjen Perhubangan Darat Budi Setiyadi, Direktur Operasi PT Jasa Raharja Amos Sampetoding, Vice President PT Bank Mandiri (persero) Nandan Sandaya, Special Advisor Indonesia Driving Institute Pudji Hartanto dan pendiri Indi Robby Prakoso.

Pudji Hartanto menyatakan jumlah kematian akibat covid-19 dilaporkan mencapai sekitar 30 korban setiap harinya di seluruh Indonesia, sementara angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas lebih besar.

"Korban akibat kecelakaan di jalan raya adalah 2 hingga 3 orang per jamnya atau kurang lebih 72 korban per hari," ujar Pudji. Hal ini menunjukan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas lebih tinggi dari pada korban kematian covid-19.

"Yang lebih memprihatinkan lagi, 40% hingga 50% dari jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan berada pada usia produktif antara 15-35 tahun," tegas Pudji.

Diakui oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono bahwa jumlah korban kecelakaan lalu lintas sempat berkurang saat masa pandemi, namun memasuki masa transisi kembali terjadi kenaikan dan jumlahnya hampir setingkat dengan masa sebelum pandemi. 

"Trend ini harus kita waspadai dengan upaya menekan trend kenaikan tersebut,” tutur Istiono. “Upaya untuk menurunkan tingkat kecelakaan dan korban di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Kondisi tersebut mendorong Indi untuk menggelar seminar daring ini. Indi sendiri adalah institusi yang didirikan oleh Robby Prakoso dan Aldrian Suwardi Chandra, para pegiat olahraga pacu roda empat sprint rally yang juga bergerak dalam bisnis pelatihan berkendara aman. 

“Dengan menurunkan tingkat kecelakaan dan korban di jalan raya sama dengan menyelamatkan usia produktif 15-35 tahun yang banyak terlibat dan menjadi korban kecelakaan di jalan raya, ungkap Robby Prakoso. 

Dalam pemaparannya Amos Sampetoding menyampaikan beberapa inisiatif untuk menekan angka kecelakaan dan korban kecelakaan di jalan raya yang dilakukan oleh PT Jasa Raharja khususnya di masa pandemi.

Inisiatif tersebut diantaranya berupa distribusi sarana pencegahan kecelakaan, pemasangan rambu dilokasi rawan kecelakaan, pengadaan rest area untuk pemudik roda dua, hibah ambulance kepada rumah sakit, dan pengerahan unit mobil keselamatan lalulintas (MUKL) yang merupakan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat dan awak angkutan umum di lokasi strategis seperti terminal dan pelabuhan.  

Sementara sebagai pihak yang mewakili Bank Mandiri, Nandan Sandaya menganjurkan untuk memaksimalkan penggunaan uang elektronik karena hal ini menjadi sangat penting dalam mendukung social distancing demi mencegah penyebaran virus Covid-19. 

“Dengan kartu e-money ini pengendara tidak perlu melakukan kontak fisik dan menggunakan uang tunai saat melakukan pembayaran tol ataupun parkir. Top up saldo bisa dilakukan dengan mudah di aplikasi Mandiri online untuk smartphone iOS dan Android. Selain itu, bisa juga di e-commerce, ATM mandiri atau di mini market," jelas Nandan. 

Sebagai Special Advisor Indi Pudji Hartanto mengajak semua pihak, pengendara dan pengguna jalan, untuk menjadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas dengan melaksanakan TRI SIAP: SIAP mentaati peraturan lalulintas, SIAP kondisi pengendara dan SIAP kondisi kendaraannya, untuk bisa menjadi kebiasaan keseharian saat kita berada di jalan raya di masa pandemi maupun di masa non pandemi. 

Seminar daring dengan tajuk “Berkendara Aman di Masa Pandemi” di moderasi oleh co-founder zoom!nar Rini Mulyawati, dan dimeriahkan oleh grup musik “Cokelat” yang mempersiapkan 3 video klip khusus, yaitu Bendera, Segita dan Karma. (S-4)

BERITA TERKAIT