22 July 2020, 05:55 WIB

Pabrik JBL Groundbreaking di Subang


SURYANI WANDARI PP | Ekonomi

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta PT Meiloon Technology Indonesia, perusahaan yang merelokasi bisnisnya dari Tiongkok ke Indonesia, memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

PT Meiloon Technology Indonesia, perusahaan asal Taiwan yang merelokasi bisnisnya dari Suzhou, Tiongkok, ke Indonesia, itu akan membuka 8.000 lowongan kerja dengan membangun pabrik baru di Subang, Jawa Barat.

"Meiloon investor yang sudah berkomitmen kepada kami akan memprioritaskan tenaga kerja dari Jawa Barat, khususnya Kabupaten Subang," kata Bahlil dalam groundbreaking pabrik Meiloon di Subang, kemarin.

Ia menambahkan, tidak hanya tenaga kerja, pihaknya juga mendorong perusahaan yang memproduksi speaker itu untuk memasok kebutuhan bahan baku industrinya dari kawasan setempat, yaitu dari Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Subang.

"Ini momentum, bukan lagi zamannya orang Jakarta menganggap mereka yang paling hebat. Tidak lagi. Di bawah kepemimpinan kami, atas perintah Bapak Presiden, setiap investasi masuk di daerah harus menggandeng pengusaha lokalnya, pengusaha nasional yang ada di daerah, bukan yang ada di Jakarta saja," ungkapnya.

Senada dengannya, CFO Meiloon Eva Kuo dalam sambutannya mengatakan pihaknya telah menyurvei semua negara dan pilihannya jatuh pada Subang sebagai tempat terbaik untuk relokasi pabrik.

"Kami ialah perusahaan OEM dan ODM terkemuka untuk produk speaker ternama seperti JBL dan lainnya. Kami berkomitmen dengan investasi kami akan membuka ribuan peluang pekerjaan bagi masyarakat lokal, transfer ilmu pengetahuan, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Eva.

Kepastian relokasi

Di kesempatan berbeda, dalam KTT Indef bertajuk Arsitektur Investasi dalam Mendukung Penciptaan Lapangan Kerja, kemarin, Direktur Pengembangan Promosi Investasi BKPM Alma Karma mengatakan tujuh perusahaan dari luar negeri sudah memastikan akan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

"Ada tujuh perusahaan yang sudah pasti melakukan relokasi atau diversifi kasi ke Indonesia," ungkap Alma.

Ia menyampaikan, potensi nilai investasi dari tujuh perusahaan tersebut mencapai US$850 juta (Rp12,4 triliun dengan kurs Rp14.700 per dolar AS) dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 30 ribu orang.

Selain itu, 17 perusahaan lainnya sudah berminat untuk berinvestasi di Indonesia dengan potensi nilai investasi sebesar US$37 miliar dan penyerapan tenaga kerja mencapai 112 ribu orang.

Kemudian, terdapat 119 perusahaan yang masih tahap identifi kasi dengan potensi nilai investasi sebanyak US$41,3 miliar dan mampu menyerap 162 ribu tenaga kerja.

"BKPM mengidentifi kasi 143 perusahaan yang berminat merelokasi investasinya dari Tiongkok ke Indonesia," ujarnya. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT