21 July 2020, 00:10 WIB

Derbi London di Final Piala FA


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KEMENANGAN Chelsea 3-1 dari Manchester United di semifinal Piala FA, kemarin dini hari, memastikan partai puncak akan menghadirkan derbi London.

Pada 2 Agustus yang menjadi jadwal berlangsungnya babak final, the Blues akan berhadapan dengan Arsenal yang sebelumnya  menyingkirkan Manchester City dengan kemenangan 2-0.

Chelsea merebut tiket masuk babak terakhir berkat dua gol yang dicetak Olivier Giroud dan Mason Mount. Satu gol tambahan didapat berkat blunder Harry Maguire. Ole Gunnar Solskjaer memasukkan Paul Pogba dan Mason Greenwood untuk mengejar ketinggalan. Hasilnya, satu gol mampu dilesakkan Bruno Fernandes melalui titik putih jelang pertandingan berakhir.

Dengan hasil tersebut, Frank Lampard mengaku terkesima dengan karakter dan kepribadian anak asuhnya.  "Saya tak bisa lagi meminta lebih dari pemain-pemain saya. Etos kerja dan level permainan. Kami berada di puncak dan ketika mereka mengubah, sistem kami malah semakin bagus,” kata Lampard.

Sebelum final Piala FA, Chelsea harus terlebih dahulu fokus meloloskan diri ke Liga Champions dengan finis empat besar Liga Primer Inggris. Mereka menduduki urutan ketiga yang terpaut satu poin di atas Leicester dan United, serta menyisakan laga melawan Liverpool dan Wolves. “Kami menghadapi final di depan mata. Dua di liga dan kemudian Arsenal,” kata Lampard. 


Jadwal padat

Dari Italia, pelatih Inter Milan Antonio Conte menyebut jadwal padat sejak Seri A bergulir pada pertengahan Juni telah diatur sedemikian rupa agar menyulitkan timnya meraih kemenangan.

Terakhir, Inter Milan harus bermain imbang 2-2 kontra AS Roma pada lanjutan Serie A, kemarin dini hari. Stefan de Vrij sempat membawa Inter unggul. Roma berbalik unggul melalui gol Leonardo Spinazzola dan Henrikh Mkhitaryan. Gol telat Romelu Lukaku melalui titik putih menyelematkan Inter dari kekalahan.

Hasil imbang itu membuat Inter gagal memangkas jarak dari sang pemuncak klasemen, Juventus. Inter tertinggal lima angka dan Juventus berkesempatan memperlebar jarak saat melawan Lazio, dini hari nanti.

“Ini merupakan hasil positif melawan Roma yang berada dalam kondisi sangat baik. Saya ingin orang-orang melihat jadwal kami karena jadwal kami ‘gila’ dan dibuat agar kami bermasalah. Kami selalu bermain larut malam, tim yang kami hadapi selalu memiliki hari istirahat tambahan jika dibandingkan dengan kami. Ini ialah fakta,” ujar Conte kepada Sky Sports Italia.

Sementara itu, Juventus kini tengah dilanda isu pergantian pelatih. Dikabarkan, Maurizio Sarri akan dipecat lantaran kegagalannya di Piala Super Italia dan Coppa Italia. Lalu, nasib Juventus di Liga Champions juga masih diragukan setelah kalah 0-1 dari Lyon pada leg pertama babak 16 besar.

Namun, saat menanggapi, Sarri mengaku tak khawatir jika dipecat manajemen Juventus musim ini. Bahkan, meski saat ini dirinya mampu membuat Juventus kukuh di puncak klasemen sementara. (FootballItalia/R-3)

BERITA TERKAIT