20 July 2020, 22:29 WIB

Pusri Operasionalkan Pabrik NPK II, Perkuat Daya Saing Bisnis


Dwi Apriani | Ekonomi

SEBAGAI bagian rangkaian transformasi bisnis perusahaan, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang telah mengoperasikan pabrik pupuk NPK II secara komersil. Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 4 hektare ini, memiliki kapasitas produksi 2 x 100.000 ton per tahun.

Direktur Utama PT Pusri, Mulyono Prawiro menyatakan bahwa sebagai perusahaan yang terus berkembang, Pusri berkomitmen menjalankan berbagai strategi dalam rangka peningkatan daya saing. Salah satunya dengan melakukan diversifikasi produk melalui pengembangan pupuk majemuk NPK.

Mulyono menambahkan, visi Pusri ke depan adalah menjadi perusahaan agroindustri yang unggul di Asia dan berharap perusahaan yang dipimpinnya mampu memberikan solusi pertanian yang terintegrasi sesuai tuntutan pasar.

"Kami melihat masih ada peluang untuk pengembangan pasar NPK mengingat banyaknya perkebunan yang luas di Sumatra dan pada umumnya menggunakan pupuk NPK," kata dia, Senin (20/7).

Ia menjelaskan, pupuk NPK sendiri merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara Nitrogen (N), Phosfat (P) dan Kalium (K) yang dibutuhkan tanaman dan berfungsi untuk meningkatkan hasil pertanian maupun perkebunan.

Penggunaan pupuk NPK sejalan dengan program Pemerintah dalam pemupukan berimbang yang menggunakan pupuk majemuk spesifik komoditi dan spesifik lokasi sehingga lebih efisien, tepat guna dan ramah lingkungan.

Baca juga : Gaji ke-13 ASN belum Bisa Dipastikan Cair

Dijelaskan Mulyono, pabrik NPK II ini merupakan implementasi pelaksanaan sinergi BUMN karena dibangun oleh kontraktor terpilih pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pembangunan pabrik dilakukan sejak Januari 2018, dan selanjutnya secara resmi diserahterimakan ke Pusri setelah dilakukan penandatanganan plant acceptance pabrik pada tanggal 27 Februari 2020 lalu.

Dengan ditandatanganinya plant acceptance tersebut, maka Pusri resmi mengoperasikan pabrik NPK Fusion II secara komersil. "Dengan bertambahnya kapasitas pabrik NPK, maka total kapasitas pupuk NPK yang dimiliki Pusri sebesar 300.000 ton per tahun. Sebelumnya Pusri telah mengoperasikan Pabrik NPK Fusion I dengan kapasitas produksi 100.000 Ton/Tahun," jelasnya.

Ia mengharapkan terjadi peningkatan efisiensi untuk Pabrik NPK Fusion secara keseluruhan, baik dari sisi operasional, pengadaan bahan baku, maupun distribusi produk. Pabrik baru ini juga melakukan inovasi dengan mengaplikasikan fully automatic bagging machine yang sejalan dengan revolusi industry 4.0.

Sejalan dengan revolusi industri 4.0, Pusri juga melaksanakan transformasi digital di bidang marketing melalui platform electronic Pusri Agrobusiness Solution (e-PAS). Penerapan platform e-PAS ini telah dilaksanakan di Sumatra Selatan dan Jambi dari Bulan Februari 2020.

Selain itu Pusri terus melaksanakan inovasi melalui implementasi Digital Plant Manufacturing, yang dapat digunakan untuk monitoring kondisi proses dan peralatan secara online. "Pembangunan proyek NPK Fusion II ini merupakan bagian dari komitmen dan misi kami untuk menyediakan produk dan

solusi agribisnis yang terintegrasi, guna mendukung pencapaian kemandirian pangan dan kemakmuran negeri. Serta memberikan nilai tambah kepada stakeholders secara berkelanjutan," pungkasnya. (OL-2)

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT