19 July 2020, 20:38 WIB

Jalan-Jalan Protokol di Purwakarta Kembali Disemprot Disinfektan


Reza Sunarya | Nusantara

Akibat penyebaran Covid-19 yang kembali mengalami peningkatan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta Jawa Barat dibantu PMI Jawa Barat  melakukan penyemprotan disinfektan di jalan-jalan protokol Purwakarta, Minggu (19/7).

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, dengan menyemprotkan disinfektan di sejumlah ruas jalan protokol Penyemprotan disinfektan melibatkan mobil gunner dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purwakarta dan PMI Provinsi Jawa Barat serta dibantu tim dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Purwakarta.

Selain jalan-jalan utama, sasaran penyemprotan juga dilakukan di sejumlah gedung pemerintahan, mesjid, dan fasilitas umum lainnya.

Baca Juga: Covid-19: Sekolah di Purwakarta Diliburkan Dua Pekan

Penyemprotan disinfektan di jalan utama Purwakarta dimulai dari Jalan KK Singawinata yang kemudian dilanjutkan ke sekitaran areal Situ Buleud, Jalan Siliwangi, Jalan Kapten Halim, R.E Martadinata, Jalan Sudirman, Pasar Jumat, dan Jalan Purwakarta Kota.

Mobil dengan kapasitas muatan 5.000 liter itu, menyemprot jalan sepanjang 15 kilometer.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, penyemprotan disinfektan ini sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus korona. "Alhamdulillah ikhtiar ini dilaksanakan dengan penyemprotan disinfektan secara meluas di Kecamatan Purwakarta yang memang epicentrum penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purwakarta," kata Bupati Anne.

Baca Juga: Karena Korona Pemkab Purwakarta Tangguhkan Proyek Infrastruktur

Menurut Anne, saat ini, di Purwakarta terdapat 8 pasien positif korona. Empat pasien positif di antaranya tengah menjalani isolasi di rumah isolasi di daerah Kecamatan Babakancikao.

"Covid-19 di Purwakarta masih ada. Untuk itu saya mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan bersama-sama mencegah penyebaran virus korona ini, yang salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan minimal pada diri sendiri," Ungkap Anne. (RZ/OL-10)

BERITA TERKAIT