19 July 2020, 11:50 WIB

Respons Gerindra Terkait Museum Nabi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik menentang isu agama dalam pembangunan Museum Nabi di kawasan Ancol. Menurutnya, pembangunan museum itu sudah lama direncanakan.

"Itu kan sudah lama. Enggak ada urusan dengan isu agama. Ngapain isu agama dimain-mainin," kata Taufik di Jakarta, Minggu (19/7).

Taufik menuding ada pihak yang ingin menolak reklamasi Ancol itu dengan membawa isu agama atau SARA. Menurutnya, reklamasi tersebut untuk memperindah kawasan Ancol yang sudah lama tidak tersentuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Ia juga mengklaim proyek yang diizinkan Gubernur Anies Baswedan  di tengah pandemi covid-19 itu tidak mengganggu keberadaan nelayan di sekitar Ancol.

"Itu sih orang mengait-ngaitkan saja supaya dapat dukungan menolak (reklamasi Ancol). Kalau ada yang bilang kehidupan orang terganggu itu mesti dibuktikan, yang terganggu di mana? Sampai Marina saya lihatnya enggak ada tuh terganggu nelayan. Memang area rekreasi," kata Taufik.

Baca juga: Payung Hukum Reklamasi Ancol, Wagub: Sedang Diproses DPRD

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria juga menampik soal isu agama yang dikaitkan dengan pembangunan Museum Nabi. Ia mengatakan adanya reklamasi itu untuk meningkatkan kualitas Ancol sebagai tempat rekreasi terbesar.

"Itu kan bagian rekreasi. (Reklamasi) ini untuk menjadi taman rekreasi terbesar se-Asia Tenggara dan bahkan Asia," tukas Ketua DPP Gerindra itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati juga menuding pembangunan museum Nabi merupakan taktik lama yang digunakan di banyak proyek reklamasi di provinsi lain seperti reklamasi Pantai Losari di Makasar, Sulawesi Selatan. Tujuannya untuk meredam protes dari masyarakat.

“Ada isu agama yang dimainkan oleh Anies dalam proyek reklamasi Ancol. Hal ini dilakukan untuk membungkam kritik dan protes dari masyarakat. Pengalaman di Pantai Losari masjid yang dibangun di tengah-tengah pulau reklamasi gagal total. Masjid itu tak jadi apa-apa sekarang. Sangat bahaya jika agama jadikan alat legitimasi untuk proyek reklamasi," pungkas Susan. (OL-14)

BERITA TERKAIT