16 July 2020, 20:50 WIB

Pesantren Terima Rp2,388 T dari Program PEN


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PEMERINTAH melalui program Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) menyalurkan dana bantuan operasional dan bantuan pembelajaran daring bagi pesantren dalam menghadapi pandemi covid-19. 

Total bantuan operasional pendidikan bagi lembaga pesantren, madrasah diniyah takmiliyah, dan lembaga pendidikan Alquran yang disalurkan pemerintah yakni sebesar Rp2,388 triliun. Bantuan ini diutamakan bagi pesantren yang sudah kembali buka atau beroperasi.

“Ini diberikan satu kali dan digunakan untuk membantu melaksanakan protokol kesehatan. Jadi untuk membeli masker, sabun, hand sanitizer, biaya listrik, kemanan dan segala macam. Nanti Kementerian Agama akan memberikan pedomannya,” kata Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan Purwanto dalam media briefing program PEN untuk pesantren, Kamis (16/7).

Sedangkan bantuan pembelajaran daring yang disalurkan total mencapai Rp211,73 miliar. Setiap pesantren akan mendapatkan total Rp15 juta yang disalurkan untuk tiga bulan.

“Jadi Rp5 juta per bulan. Ini boleh digunakan untuk langganan wifi, membeli paket data, kabel, mic, clip on mic, atau lampu dan kebutuhan lain yang relevan untuk pembelajaran daring di pesantren dan ini karena hanya diberikan untuk pesantren yang belum dibuka. Nanti Kementerian Agama akan melihat mana saja pesantrren yang perlu dibantu,” tuturnya.

Lebih rinci Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menjelaskan, pesantren yang mendapat bantuan operasional dibagi menjadi tiga kategori yakni pesantren kecil sebanyak 14.906 lembaga akan mendapatkan Rp25 juta untuk setiap pesantren, pesantren sedang sebanyak 4.032 lembaga akan mendapatkan Rp40 juta, dan pesantren besar 2.235 lembaga akan mendapatkan bantuan Rp50 juta.

“Kategori kecil, sedang, dan besar ini tergantung jumlah santrinya. Santri 500 ke bawah dikategorikan pesantren kecil, di atas 500-1.500 berkategori sedang, dan di atas 1.500 itu berkategori besar,” jelasnya.

Kemudian pemerintah juga memberikan bantuan operasional untuk 62.153 diniyah takmiliyah sebesar Rp10 juta per lembaga. Serta bantuan untuk 112.008 lembaga pendidikan Alquran sebesar Rp10 juta per lembaga.

Sedangkan bagi 14.115 pesantren yang belum mengadakan pembelajaran tatap muka, akan diberikan bantuan dana untuk pembelajaran daring sebesar Rp15 juta untuk setiap lembaga.

Di samping itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga akan membantu pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana sanitasi cuci tangan, wudu, dan MCK di lingkungan pesantren. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis mengatakan, program pembangunan sarpras ini akan dilaksanakan pada 2020-2024 di sekitar 21.173 lokasi di 34 provinsi.

“Alokasi biaya kami estimasi sekitar Rp200 juta per lokasi. Dan bagaimana mekanisme pelaksanaan programnya, masih kami kaji. Ada dua pilihan ada padat karya berbasis masyarakat pesantren ataupun kontraktual,” tuturnya.

Danis menjelaskan, sebagai awal pelaksanaan program tersebut, pada tahun ini Kementerian PUPR akan melaksanakan pilot project di 10 provinsi yakni Aceh, Lampung, Sumatera Selata, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan dengan masing-masing 10 lokasi di setiap provinsinya.

BERITA TERKAIT