16 July 2020, 20:21 WIB

Pandemi Covid-19 Juga Berdampak ke Pertahanan dan Keamanan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

DIREKTUR Eksekutif Center of Intelligent and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor kehidupan, bukan hanya kesehatan dan ekonomi, tapi ikut juga menyentuh sisi pertahanan dan keamanan negara.

Hal itu ditegaskannya saat meluncurkan buku karyanya berjudul Perang Global Melawan Corona : Perspektif Intelijen yang dibuat bekerja sama dengan Lembaga Kajian Nawacita.

“Dampak yang ditimbulkan covid-19 ini sangat kompleks. Banyak pihak menyatakan bahwa virus korona adalah senjata biologis yang sengaja diciptakan pihak tertentu untuk menimbulkan kekacauan global untuk menuju pada titik keseimbangan baru,” kata Simon, panggilan akrab Ngasiman, Kamis (16/7).

Menurut Simon, Indonesia tidak dapat memandang bahwa covid-19 sebagai situasi ancaman kesehatan semata. Ada perspektif lain yang perlu ditelusuri dan diperdalam lebih lanjut. Simon melalui bukunya tersebut juga mengimbau supaya negara dapat lebih siaga dalam menghadapi ancaman wabah, seperti covid-19.

“Dari sisi dunia intelijen dan pertahanan, pemerintah perlu memperkuat pertahanan biologi (biodefense) pada tugas operasi militer. Ini merupakan upaya pertahanan terhadap agen biologi yang digunakan sebagai senjata oleh pihak yang konflik serta terhadap penyakit infeksi endemis,” katanya.

Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Marsdya Kisenda Wiranatakusumah mengatakan, sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran covid-19 derajatnya bervariasi antar daerah.

Baca juga : Tak Hadir Upacara Pencopotan Jabatan, Prasetijo Dirawat di RS

Karenanya, jajaran pemerintah daerah dibantu jajaran TNI dan Polri serta dukungan dari pemerintah pusat terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak covid-19.

“Selama vaksin dan obatnya belum ditemukan, maka kita tidak boleh lengah. Tidak hanya tak kasatmata, Covid-19 tidak mengenal batas negara, dan menyerang siapa pun tanpa pandang bulu, tanpa melihat pangkat, jabatan, tanpa melihat status sosial,” katanya.

Kisenda mengamini pendapat Simon terkait penguatan pertahanan biologi di Indonesia. "Ini penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan ancaman-ancaman di masa mendatang yang lebih rumit, modern dan tak terdeteksi,” tambahnya.

Covid-19, menurut mantanb Sekjen Kementerian Pertahanan Edwan Prabowo, mengubah geopolitik dunia. Saat ini, definisi negara kuat ialah negara yang mampu mengendalikan Covid-19

Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan H Purwanto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya strategis dan preventif guna memutus mata rantai penularan covid-19 sekaligus menstimulus pertumbuhan ekonomi.

"Tentu pemerintah (red-BIN) terus melakukan langkah strategis preventif. Kita butuh sinergi semua pihak. Dan kesadaran bersama mematuhi protokol kesehatan di tengah new normal," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT