16 July 2020, 20:20 WIB

4 Faktor yang buat Daya Saing Indonesia Merosot


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

BERDASARKAN penilaian International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Yearbook (WCY) 2020 terdapat empat faktor utama yang membuat daya saing Indonesia merosot.

Empat faktor utama tersebut yakni kinerja perekonomian, efisiensi pemerintahan, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

Baca juga: Kemen PUPR Siapkan 3 Langkah Tangani Darurat Banjir Luwu Utara

Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), Toto Pranoto, mengatakan Indonesia mengalami penurunan peringkat pada keempat komponen utama tersebut.

"Peringkat kinerja perekonomian Indonesia di tahun 2020 berada pada posisi 26, sedikit menurun dibandingkan tahun 2019 di posisi 25," kata Toto saat konferensi press daring, Kamis (16/7).

Peringkat efisiensi pemerintahan juga mengalami penurunan dari 25 pada 2019 menjadi 31 pada 2020. Peringkat infrastruktur Indonesia juga beranjak dari posisi 53 di tahun 2019 menjadi posisi 55 pada 2020. Di sisi lain, komponen yang mengalami penurunan paling drastis adalah efisiensi bisnis yang menurun dari peringkat 20 di tahun 2019 menjadi 31 pada 2020.

Sementara itu, Koordinator Riset IMD WCY, Willem Makaliwe, menjelaskan aspek yang menjadi kekuatan pada komponen kinerja perekonomian yakni pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), kestabilan harga bahan bakar, dan pertumbuhan investasi.

Pada komponen efisiensi pemerintahan, aspek yang menjadi faktor kekuatan meliputi penerimaan pajak, peningkatan jaminan sosial.

"Pada komponen efisiensi bisnis, faktor yang menjadi kekuatan adalah pada biaya upah pegawai/karyawan yang cukup kompetitif, remunerasi professional, serta akses pada layanan keuangan," ujar Willem.

Dan penilaian komponen Infrastruktur faktor yang menjadi kekuatan adalah di komponen biaya telekomunikasi seluler dan rasio pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Diketahui, berdasarkan penilaian International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking 2020, peringkat daya saing Indonesia turun ke posisi 40 dari 63 negara.

"Hasil penilaian peringkat daya saing menempatkan Indonesia pada posisi ke 40 dari total 63 negara yang dipilih menurut hasil World Competitiveness Yearbook (WCY) 2020," kata Group Head of Research Division LM FEB UI Bayuadi Wibowo.

Baca juga: Kemen PUPR Gelar Workshop Manajemen Risiko dan Kepatuhan Intern

Posisi peringkat Indonesia di 2020 tersebut sedikit mengalami penurunan dari posisi sebelumnya tahun 2019 yaitu di peringkat 32. Walaupun secara total peringkat Indonesia mengalami penurunan, tetapi berkaca pada peringkat di negara Asia Pasifik.

“Indonesia tetap berada pada posisi 11 dari 14 negara, di atas India dan Filipina," pungkas Bayuadi. (OL-6)

BERITA TERKAIT