16 July 2020, 19:21 WIB

Beberapa Negara Bagian di India Kembali Terapkan Lockdown


Deri Dahuri | Internasional

JELANG pelaksanaan new normal, justru negara bagian paling miskin di India, Bihar, menghadapi persoalan serius dengan kembali meningkatnya kasus virus korona atau Covid-19. Bahkan jalan-jalan di wilayah Negara Bagian Bihar yang berpopulasi 125 juta sudah mulai dipandati kendaraan.

Dalam 24 jam terakhir, Negara Bagian Bihar, India yang berbatasan dengan Nepal melaporkan lebih dari 600 orang meninggal akibat Covid-19. Kekhawatiran tersebut telah disampaikan Palang Merah Internasional bahwa akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan di kawasan Asia Selatan.    

Dengan kembali merebaknya kasus Covid-19, di ‘Negeri Hindustan’ tercatat total mendekati 1 juta kasus Covid-19. Sementara itu, korban meninggal akibat pandemi virus yang berasal dari Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok tersebut mendekati 25 ribu orang.  

Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 dan kematian yang disebabkan Covid-19, otoritas Negara Bagian Bihar kembali memberlakukan lockdown selama 15 hari. Tak hanya itu, pusat teknologi informasi yakni Kota Banglore yang dihuni 13 juta jiwa juga diberlakukan lockdown.

Pemerintah Bihar menghadapi persoalan masalah kesehatan terutama di daerah perdesaan yang minim dukungan sarana kesehatan. Tidak mengherankan, jika korban meninggal akibat Covid-19 juga terus bertambah.

Bersamaan dengan penerapan lockdown, semua sekolah, klub malam, kuil, dan bisnis yang tidak penting diperintahkan untuk ditutup di Bihar. Namun, kegiatan konstruksi dan pertanian diizinkan untuk melanjutkan.

Transportasi umum dilarang beroperasi, tetapi kendaraan pribadi masih diizinkan untuk beroperasi. Akan tetapi, jalan-jalan di Kota Patna, ibu kota Negara Bagian Bihar, masih dipenuhi dengan mobil, truk, sepeda, dan becak bermesin.

"Lockdown tidak sepenuhnya diterapkan," kata pengusaha Ranjeet Singh.  Banyak orang masih berbelanja untuk makanan dengan sedikit memperhatikan untuk menerapkan physical distancing dan social distancing.

Negara Bagian Goa, India, kembali menerapkan lockdown selama tiga hari dari Kamis (16/7) malam. Selain itu, aparat keamanan setempat akan memberlakukan jam malam hingga 10 Agustus 2020. Terjadinya peningkatan kasus di Goa diduga kuat disebabkan warganya tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Menteri Negara Bagian Goa, Pramod Sawant, mengatakan terlalu banyak orang yang keluar untuk bertemu dengan banyak orang terutama di pesta. Selain itu, tingkat kesadaran dan kepakaan masyarakat untuk menggunakan masker dan menerapkan social dan physical distancing rendah.

"Kami memberi sanksi lebih dari 40 ribu orang yang didenda karena tidak mengenakan masker, ditambah ada banyak yang ditahan karena melanggar aturan, tetapi mereka terus berkeliaran," kata Sawant kepada media setempat. (AFP/Alarabiya/OL-09)

BERITA TERKAIT