16 July 2020, 14:15 WIB

Tunjang Perekonomian Masyarakat, Koperasi Harus Direvitalisasi


Bayu Anggoro | Nusantara

PANDEMI covid-19 yang melanda Indonesia dan sebagian besar dunia memang telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, terutama ekonomi. Meski begitu, hal tersebut diharapkan tidak membuat masyrakat putus asa, sebaliknya harus menjadi pelecut untuk bangkit.

Salah satu badan yang diharapkan bisa kembali menggerakan roda perekonomian masyarakat adalah koperasi. Upaya itulah yang tengah dilakukan salah satu usaha digital rintisan lokasi, Robot Biru, yang bertekad mengangkat kinerja sektor koperasi dan UMKM.

Baca juga: Koperasi Modern dan Inovatif Pilihan Kaum Muda

Pendiri Robot Biru, Hairul, berharap platformnya ini bisa menjadi  jembatan bagi koperasi, UMKM, hingga komunitas untuk memeroleh keuntungan dari setiap transaksi keuangan yang berhubungan dengan konsumsi sehari-hari seperti membeli pulsa telepon, token listrik,  kebutuhan barang pokok, hingga tiket kereta api dan pesawat.

"Aplikasi ini akan mengakomodasi komunitas, koperasi, dan usaha kecil menengah seperti warung tradisionalnya," kata dia di Bandung, Kamis (16/7).

Baginya, koperasi yang merupakan watak ekonomi asli Indonesia harus direvitalisasi sehingga akan berimplikasi langsung kepada usaha masyarakat menengah ke bawah. "Kami juga akan memulai usaha ojek online, kurir pengiriman, market place hingga menjadi platform pembayaran yang akan memberikan keuntungan lebih besar untuk anggota dalam setiap transaksi," katanya.

Aplikasi Robot Biru yang sudah bisa diunduh di telepon seluler itu akan dikembangkan menjadi market place yang bisa menjajakan produk usaha mikro tanpa ada pungutan biaya. "Nanti penyedia ritel itu akan bisa mengecek pendapatan secara terbuka," kata dia.

Selain itu, menurut dia terdapat perbedaan yang mencolok antara rintisannya dengan platform serupa yang lain. "Adanya keterbukaan penghasilan secara real time. Harga dasar dari setiap produk yang dijual akan diketahui pembeli."

Sehingga, menurutnya anggota yang bergabung bisa mengetahui capaian pendapatan dari setiap transaksi yang terjadi. Bahkan, setiap keuntungan akan dibagi menjadi tiga, yakni 80% dari margin harga modal akan didapatkan oleh penjual, 20% akan dibagi dua, yakni masuk pada komunitas/yayasan/koperasi yang menaungi, dan sisanya masuk pada Robot Biru.

"Selain itu, dari setiap transaksi tersebut akan otomatis terpotong 2,5% untuk zakat yang nantinya akan disalurkan secara terbuka. Dia optimistis, platform ini bisa menjadi solusi untuk membangkitkan ekonomi nasional yang diawali melalui koperasi, sesuai dengan amanat para pendiri bangsa."  

Untuk Jawa Barat, pihaknya menargetkan keanggotaan hingga 5 juta orang. Terlebih, bagi dia provinsi ini menjadi profil paling komplet baik dari segi agrobisnis, kuliner, dan lainnya. "Kami ingin membangkitkan koperasi yang harus menjadi tumpuan ekonomi masyarakat," katanya. (BY/A-1)

BERITA TERKAIT