16 July 2020, 18:35 WIB

Tiongkok dan Filipina Tegaskan Kembali Hubungan Bilateral


Faustinus Nua | Internasional

Tiongkok dan Filipina telah bergerak untuk meredakan ketegangan setelah percekcokan verbal terakhir mereka atas putusan arbitrase 2016 yang menolak klaim teritorial Beijing di Laut China Selatan.

Dikutip Nikkei Asian Review, pada Selasa (14/7), para diplomat dari kedua negara mengadakan teleconference atas permintaan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

"Kedua pihak menegaskan kembali bahwa isu-isu maritim yang kontroversial bukanlah puncak hubungan bilateral Filipina-China," kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan, pada Rabu (15/7).

Pertemuan antara Wang dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin berlangsung sekitar satu jam.

Filipina mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk terus mengelola masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama dan mempromosikan kerja sama maritim dalam konsultasi persahabatan sambil menyetujui untuk memperkuat kerja sama strategis komprehensif kedua negara.

Baca juga: Diputuskan dalam Beberapa Pekan, AS Evaluasi TikTok dan We Chat

Seperti dilansir Xinhua, Wang mengatakan melalui upaya bersama antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN situasi di Laut China Selatan bisa tetap stabil. Namun, AS di luar kebutuhan geopolitiknya, terus membuat memprovokasi dan mempromosikan militerisasi di Laut China Selatan.

Wang menambahkan bahwa pernyataan yang baru-baru ini dibuat oleh AS secara terang-terangan melanggar komitmennya untuk memegang posisi netral dalam sengketa Laut China Selatan. Dan secara sengaja menaburkan perselisihan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN dalam upaya untuk memprovokasi konflik dan merusak stabilitas regional. Praktik flip-flop AS hanya akan merusak reputasinya sendiri.

Ada pun pertemuan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu, setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum. AS menyatakan sikapnya dalam mendukung negara-negara ASEAN yang menolak klaim Tiongkok tersebut. (NikkeiAsianReview/Xinhua/OL-14)

BERITA TERKAIT