16 July 2020, 10:47 WIB

Ini Penampakan Kecoak Laut Raksasa yang Ditemukan di Selat Sunda


Galih Agus Saputra | Weekend

JENIS baru udang-udangan (krustasea) telah berhasil diidentifikasi peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Spesimen yang juga dikenal sebagai Bathynomus raksasa itu ditemukan melalui sebuah ekspedisi bernama South Java Deep Sea Biodiversity Expedition (SJADES), 2018 silam.

Dwi Listyo Rahayu dari LIPI dan Peter Ng dari National University of Singapore ialah dua peneliti yang menjadi koordinator dalam ekspedisi tersebut. Ekspedisi itu berlangsung di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa, khususnya di kedalaman 957-1259 meter di bawah permukaan laut.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi mengatakan penemuan jenis krustasea baru ini menjadi pertanda betapa besar potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang belum sepenuhnya terungkap.

“Masa depan pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia berkejaran dengan laju kepunahan jenis dan mungkin juga taksonom sebagai garda terdepan,” ungkapnya di laman LIPI.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Conni Margaretha Sidabalok menambahkan pemilihan istilah raksasa sebagai nama mengacu pada kategori besar (giant) dan sangat besar (supergiant) untuk spesimen satu ini. Saat dewasa ukurannya bahkan bisa lebih dari 15 centimeter. Beberapa penelitian sebelumnya telah menemukan lima jenis Bathynomus berkategori supe giant di Samudera Hindia dan Pasifik.

“Penemuan Bathynomus pertama dari laut dalam Indonesia ini sangat penting bagi riset taksonomi krustasea laut dalam, mengingat langkanya riset sejenis di Indonesia,” tutur Conni.

Morfologi Bathynomus  sendiri pada dasarnya terdiri dari tubuh pipih dan keras. Meski begitu, ia tidak memiliki cangkang keras yang melindungi organ dalam. Matanya berukuran besar, pipih, dan memiliki jarak cukup lebar di antara keduanya. Organ di bagian kepala adalah sepasang antena panjang, sepasang antena pendek, serta mulut, dan anggota tubuh yang berfungsi sebagai alat makan, khususnya di segmen bagian bawah kepala. Spesiemen yang juga disebut Kecoak Laut Raksasa ini sekarang juga sudah dipublikasikan melalui jurnal ZooKeys. (M-4)

BERITA TERKAIT